Save Relawan Muhammadiyah

Save Relawan Muhammadiyah

Berkaitan dengan terjadinya pemukulan Relawan Kemanusiaan Muhammadiyah yang bertugas melakukan pemantauan keadaan di sekitar kantor PP Muhammadiyah Jl Menteng Raya 62 Jakarta Pusat, kami menyampaikan kronologi kejadiannya sebagai berikut :

  1. Relawan Muhammadiyah bergerak dalam kegiatan demonstrasi hari ini (13 Oktober 2020) dalam koordinasi Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah (Muhammadiyah Disaster Management Center/MDMC). Relawan digerakkan untuk mengantisipasi kebutuhan layanan kesehatan bagi pihak-pihak yang membutuhkan perawatan baik dari sisi demonstran, aparat maupun warga yang terdampak kegiatan.
  2. Selepas maghrib ditugaskan relawan di depan Apartemen Fresher Menteng yang bersebelahan dengan Kantor PP Muhammadiyah di Menteng Raya no 62, untuk memantau situasi dan bersiap bila ada ada jatuh korban yg harus di evakuasi dan dibantu Tim Kesehatan Muhammadiyah.
  3. Selang beberapa saat datanglah Rombongan Resmob Polda Metro dari arah Hotel Treva (Cikini) langsung menyerang relawan dan beberapa warga yang ada di halaman Apartemen Fraser Menteng.
  4. Empat orang relawan MDMC yang bertugas dengan seragam bertuliskan “Relawan Muhammadiyah” ditabrak dahulu dengan motor oleh polisi, kemudian dipukul. Setelah terjatuh diseret ke mobil sambil dipukul dengan tongkat dan ditendang.
  5. Relawan yang diseret ke arah mobil polisi berhasil diminta rekan-rekannya untuk tidak dibawa dan kemudian dirawat oleh tim Kesehatan Muhammadiyah.
  6. Saat ini empat orang relawan yang berasal dari MDMC Bekasi tersebut dilarikan ke RSIJ Cempaka Putih untuk ditangani lebih lanjut.

Berdasarkan kronologi kejadian tersebut di atas, maka kami MDMC PP Muhammadiyah menyatakan :

  1. Menyesalkan terjadinya insiden dan meminta penjelasan dari Polda Metro Jaya atas terjadinya insiden tersebut di atas.
  2. Meminta kepada aparat kepolisian untuk tetap profesional dan melindungi relawan kemanusiaan yang bertugas di lapangan.
  3. Meminta segenap relawan Muhammadiyah yang bertugas untuk tidak terprovokasi dan mempercayakan penanganan pada pimpinan.
  4. Meminta semua pihak untuk tidak memperkeruh keadaan, menghindari terjadinya kekerasan, menghindari pengabaian protokol kesehatan yang berlaku pada pandemi Covid-19 ini.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami haturkan terimakasih. Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

Yogyakarta, 25 Safar 1442 H 13 Oktober 2020 M

Ketua,    

Budi Setiawan, ST.
NBM. 511655
Sekretaris,    

Arif Nur Kholis
NBM. 1257305

sumber : suara muhammadiyah

MDMC Terima Penghargaan BNPB di Tengah Situasi Pandemi

MDMC Terima Penghargaan BNPB di Tengah Situasi Pandemi

Dalam rangka peringatan bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) yang rutin dilaksanakan setiap tahun di bulan Oktober, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) atau Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah menerima penghargaan dari BNPB. (13/10/2020).

Penghargaan tersebut terkait praktik baik di bidang pengurangan risiko bencana yang telah dijalankan selama ini. Serah terima penghargaan tersebut dilaksanakan dalam acara puncak Peringatan Bulan Pengurangan Resiko Bencana yang digelar di Gedung BNPB. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo dan diterima oleh Wakil Bendahara MDMC PP Muhammadiyah, Siti Marhamah.

Menanggapi penghargaan tersebut, Budi Setiawan saat dihubungi merasa bersyukur bahwa ini menunjukkan MDMC mampu menjalankan amanat Persyarikatan menjadi lembaga penanggulangan bencana yang senantiasa aktif bergerak untuk masyarakat, mendampingi dan melayani masyarakat terutama pada usaha kesiapan, pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana .

“MDMC sebagai lembaga yang berbasis masyarakat akan terus menggerakkan masyarakat untuk menjadi lebih peduli dan tangguh terhadap bencana. Tentu gerak masyarakat akan menjadi efektif ketika dikoordinasikan secara organisasi “Katanya di Indonesia, Covid-19 sudah mewabah sejak bulan Maret 2020 ditandai dengan pengumuman pasien 01 dan 02 oleh Presiden Joko Widodo.

Sejak saat itu Muhammadiyah langsung berkomitmen untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan Covid-19 dengan membentuk gugus tugas khusus yaitu Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dengan organ pelaksana utama yaitu Majelis Pembina Kesehatan Umat (MPKU) dan MDMC PP Muhammadiyah didukung sepenuhnya oleh Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) dari sisi pendanaan.

Sumber : Muhammadiyah.or.id

Monitoring Penerima Manfaat Beasiswa Sang Surya

Monitoring Penerima Manfaat Beasiswa Sang Surya

Sabtu 10/10 Bertempat di salah satu rumah makan di Undaan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan telah terlaksana kegiatan monitoring pembinaan dan pengarahan kepada 12 mahasiswa mahasiswi penerima manfaat beasiswa sang surya Lazismu kudus.

Beasiswa sang surya atau beasiswa sarjana diluncurkan untuk membantu para mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi  untuk menyelesaikan kuliahnya. Beasiswa ini untuk memotivasi generasi muda untuk tetap berprestasi pada disiplin ilmu mereka masing-masing.

Sampai dengan semester ini lazismu kudus telah melakukan pentasyarufan dana zakat untuk beasiswa pendidikan sang surya sejumlah tiga puluh juta rupiah.

Kegiatan kali ini bertujuan agar penerima manfaat semakin semangat dalam menempuh ilmu dan meraih prestasi akademik serta menciptakan perkaderan yang siap berjuang dipersyarikatan besar ini.

Dua Belas Mahasiswa mahasiswi penerima manfaat beasiswa sang surya ini masih study di beberapa universitas, diantaranya Universitas Muria Kudus, IAIN Kudus, UNNES Semarang, UMY Yogyakarta, STIT Yogyakarta, PUTM Yogyakarta serta ada salah satu mahasiswi yang kuliah di Sudan.

Pada kesempatan tersebut perwakilan dari Badan Pengurus Lazismu Kudus Amiruddin Siregar memberikan arahan dan motivasi untuk bisa memberikan kontribusi kepada lazismu kudus dan kepada Muhammadiyah khususnya.

Harapannya dengan monitoring dan pembinaan berkala akan terjalin hubungan kekeluargaan antara Badan pengurus lazismu kudus, executive dengan mahasiswa mahasiswi penerima manfaat beasiswa sang surya lazismu kudus.

Dengan adanya beasiswa sang surya yang diberikan, diharapkan mampu membantu generasi muda dalam mencapai cita-citanya dan bergerak maju dalam memajukan persyarikatan pada khususnya.

Mendahulukan Pembayaran Zakat Sebelum Waktunya

Mendahulukan Pembayaran Zakat Sebelum Waktunya

Islam adalah agama yang memperhatikan segala persoalan manusia  dalam berbagai aspek, termasuk aspek ekonomi. Di antara bukti perhatian  Islam terhadap ekonomi adalah adanya konsep zakat di dalam ayat-ayat al- Qur’an dan hadis Nabi saw. Zakat  dengan segala konsepnya telah  menjadi  bagian dari sistem sosial-ekonomi Islam. Ini karena zakat dilaksanakan dengan memberikan harta dengan kadar tertentu kepada yang berhak menerimanya, sehingga diharapakan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan perekonomian.

Akhir-akhir ini kaum muslimin di Indonesia sedang dilanda musibah besar yaitu menyebarnya virus corona (covid-19) sehingga banyak masyarakat yang terkena imbasnya. Dari segi ekonomi misalnya, masyarakat kecil terkena efek dari pembatasan sosial demi mencegah penyebaran virus ini. Sebagian harus terputus mata pencahariannya, terlebih lagi bagi yang sebelumnya memiliki kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Mereka tentu sangat membutuhkan bantuan berupa materi untuk menopang kelangsungan hidup mereka. Oleh karena itu, mereka sangat membutuhkan bantuan materi dari orang-orang kaya untuk menopang kehidupan mereka khususnya di saat pandemi ini.

Lalu timbul pertanyaan tentang boleh tidaknya mendahulukan pembayaran zakat sebelum waktunya kepada fakir miskin yang sangat membutuhkan terutama pada kondisi pandemi ini karena melihat maslahat yang lebih besar. Meskipun hukum asal bahwa zakat harta wajib dikeluarkan jika sudah cukup nisab dan genap setahun (haulnya).

Zakat secara bahasa berarti tambah atau bersih. Secara Istilah melaksanakan zakat berarti membersihkan diri dari kotoran dosa dan sebagainya dengan menyerahkan sebagian harta kekayaan yang telah mencapai jumlah  tertentu kepada yang berhak sesuai dengan ketentuan syara‟.

Melalui buku Pedoman Zakat Praktis Lazis Muhammadiyah juga menjelaskan tentang syarat-syarat kekayaan yang wajib dizakati, yaitu:

  1. Harta kekayaan dimiliki secara penuh
  2. Harta tersebut dapat bertambah atau berkurang bila diusahakan atau memiliki potensi untuk dikembangkan. Mengenai harta yang dapat berkembang ini, ulama dapat melakukan ijtihad dengan menambahkan jenis harta lain untuk dizakati seperti hasil usaha.
  3. Mencapai nishab sesuai dengan ketentuan syara’.
  4. Harta yang dihitung sudah dikurangi dengan hutang yang dimilikinya.
  5. Telah berlalu 1 tahun (haul). Bahwa pemilikan harta tersebut sudah berlalu masanya selama dua belas bulan Qomariyyah.

Dalam kaitannya dengan  zakat, meskipun terdapat inovasi pada penetapan jenis harta yang wajib untuk dizakati beserta ketentuannya, Muhammadiyah masih berprinsip bahwa hanya harta tertentu saja yang wajib untuk dizakati dengan tetap memperhatikan nishab dan haul.

Konsep Nishab Zakat

Yang dimaksud dengan nishab disini adalah syarat jumlah minimum aset yang dapat dikategorikan sebagai aset wajib zakat. Islam telah mensyaratkan dalam pelaksanaan zakat mal agar aset yang dizakati harus mencapai nishab tertentu.

Ada perbedaan pendapat dikalangan para ulama dalam menafsirkan dan menentukan kadar nishab. Akan tetapi sebagian besar pendapat menyatakan bahwa yang dimaksud dengan nishab adalah sejumlah makanan, emas, dan lain sebagainya yang dapat mencukupi kebutuhan dan belanja keluarga kelas menengah selama satu tahun.

Sebagaimana juga telah dijelaskan oleh Rasulullah Saw ketika berkata kepada seseorang, artinya, “Mulailah dengan dirimu sendiri, kemudian sedekahkanlah dan jika ada kelebihan dari yang kamu beri kepada keluargamu, maka hal tersebut menjadi milik kerabatmu dan apabila masih berlebih maka lakukan begini dan begini”(HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Sistem akuntansi zakat sangat memperhatikan akan pentingnya standar kemampuan bagi muzaki. Adanya konsep nishab menunjukkan bahwa yang menjadi objek zakat hanyalah aset surplus saja. Surplus nilai nishab berarti seorang muzaki masih mempunyai sisa aset sebesar nishab setelah memenuhi kebutuhan pokoknya. Prinsip ini bertujuan agar tidak membebani kaum muslimin dan mendorong mereka untuk meningkatkan produktivitas.  Standar kemampuan dalam perhitungan zakat pada seluruh aset ditentukan dengan besaran nishab yang beragam dalam kajian fikih klasik, yaitu 20 dinar atau 200 dirham atau 85 gram emas atau 5 sha’. Yang perlu diperhatikan adalah dalam kadar nishab ditentukan pada akhir tahun dengan ketentuan harga pasar.

Konsep Haul Zakat

Dalam pemikiran Islam, tahun Qamariyyah ( hijriyah) dijadikan sebagai standar minimum untuk pertumbuhan nilai aset, dengan demikian maka haul (satu tahun) merupakan titik awal dari suatu pertumbuhan. Karena itu, seorang  calon muzakki yang diwajibkan zakat harus melakukan penilaian atas harta yang dimiliki sesuai dengan nilai pasar setelah kepemilikannya melewati haul.

Prinsip ini ditegaskan oleh pernyataan pada ahli fikih Islam seperti pernyataan Imam Syafi’I : “Haul merupakan syarat mutlak dalam kewajiban zakat, apabila kurang dari haul walaupun sedikit, maka tidak ada kewajiban zakat.” Imam Malik menyatakan bahwa haul merupakan syarat kewajiban zakat pada barang selain tambang, harta karun, dan tanaman. Dengan demikian, zakat pertanian, perkebunan, barang tambang, dan harta karun dikecualikan dari prinsip ini.

Acuan besaran aset ditentukan pada akhir tahun, sedangkan kenaikan ataupun turunnya nilai aset keuangan yang dimiliki sebelum akhir tahun tidak menjadi hal yang menentukan. Adanya konsep haul akan mempermudah seseorang atau perusahaan untuk melihat secara jelas perkembangan nilai aset yang dimilikinya. Tidak kalah pentingnya adalah konsep ini menunjukkan bahwa seorang muslim hanya wajib membayar zakat satu kali dalam satu haul, tidak diperkenankan untuk membayar zakat dua kali atau lebih dalam satu haul ( no double charges dalam zakat )

Pendapat Para Ulama Mengenai Mendahulukan Pembayaran Zakat Sebelum Waktunya

Zakat harta seperti uang, emas dan perak serta barang dagangan, sebelum masuk haulnya (sebelum cukup setahun), dibolehkan menurut jumhur ulama. Hujjah jumhur dalam masalah ini adalah hadis yang dihasankan oleh Syekh al-Albani bahwa Nabi SAW mengizinkan Abbas bin Abdul Muththalib (paman Nabi Saw) untuk menyegarakan pembayaran zakat harta dua tahun lebih awal dari haulnya.

Dari ‘Ali, ia berkata,

أَنَّ الْعَبَّاسَ سَأَلَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فِى تَعْجِيلِ صَدَقَتِهِ قَبْلَ أَنْ تَحِلَّ فَرَخَّصَ لَهُ فِى ذَلِكَ

Al‘Abbas bertanya kepada Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bolehkah mendahulukan penunaian zakat sebelum mencapai haul. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan keringanan dalam hal itu. ”[1]

Pendapat jumhur ulama tentang kebolehan menyegerakan pembayaran zakat harta sebelum masuk haulnya berdasarkan hadis yang sahih, juga berdasarkan penguat bahwa haul sebagaimana yang dikatakan al-Khattabi bahwa disyaratkannya masuknya haul (genap setahun) hanyalah untuk meringankan bagi orang yang terkena wajib zakat harta, maka jika ia mengugurkan haknya (haulnya), maka gugurlah haknya (haulnya). Akan tetapi, tidak sepantasnya menyegerakan pembayaran zakat hartanya lebih dari dua tahun berdasarkan zhahir nya hadis Nabi Saw.[2]

Ibn Rusyd[3] menyebutkan bahwa Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i membolehkan mengeluarkan zakat harta sebelum haulnya, berdasarkan hadis yang sama dihasankan oleh Syekh al-Albani bahwa Nabi SAW mengizinkan Abbas bin Abdul Muththalib (paman Nabi Saw) untuk menyegarakan pembayaran zakat harta dua tahun lebih awal dari haulnya.

Syekh Shalih al-Fauzan juga mengatakan :

Dibolehkan mengeluarkan zakat harta dua tahun lebih awal atau kurang dari itu sebelum genap haulnya sebagaimana hadis nabi Saw, bahwa nabi Saw menerima zakat harta Abbas ra untuk 2 (dua) tahun lebih awal dari waktunya (haulnya) sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud. Ini adalah pendapat jumhur ulama tentang kebolehan menyegerakan pembayaran zakat harta jika telah cukup nisabnya, baik zakat perternakan, pertanian, uang, emas dan perak atau barang dagangan.”[4]

Imam Ibn Baz rahimahullah (seorang ulama besar Saudi Arabia) mengatakan:

“Tidak mengapa menyegerakan pembayaran zakat harta sebelum cukup setahun (haulnya). Menyegerakan pembayaran zakat harta karena ada maslahat, maka tidak mengapa. Jika haulnya baru genap di bulan Syawal, namun seseorang ingin mengeluarkan zakat hartanya di bulan Ramadan, maka tidak mengapa karena ingin mendapatkan kemuliaan bulan Ramadan atau ia melihat kondisi fakir miskin yang sangat membutuhkan sebelum cukup setahun, maka ia menyegerakan pembayaran zakat untuk mereka (fakir dan miskin).”[5]

Dibolehkan pula menyegerakan pembayaran zakat harta sebelum genap setahun dan setelah cukup nisabnya, apalagi jika menyegerakannya karena melihat kemaslahatan bagi orang-orang fakir dan miskin, sebagaimana hadis Nabi Saw yang diriwayatkan oleh Ali ra bahwa Abbas ra (paman Nabi Saw) pernah bertanya kepada Nabi Saw tentang menyegerakan pembayaran zakat harta sebelum genap setahun, maka Nabi Saw membolehkannya.

Contoh aplikasi menyegerakan pembayaran zakat harta sebelum genap haulnya (setahun) sebagai berikut:

Seseorang yang mempunyai simpanan uang yang sudah cukup nisabnya (kadarnya) senilai 85 gram emas di bulan Muharam tahun 1442  H, maka ia boleh menyegerakan pembayaran zakat hartanya sebesar 2,5% kepada fakir miskin di bulan Ramadan tahun ini 1442 H. Sebenarnya ia berkewajiban mengeluarkan zakat hartanya jika cukup nisabnya di bulan Muharam tahun depan 1443 H jika sudah cukup haulnya (setahun), namun ia ingin menyegerakan pembayaran zakatnya ke fakir miskin khususnya tatkala fakir miskin tersebut sangat membutuhkan bantuan, maka ini dibolehkan.

Apalagi di saat pandemi wabah covid-19, yang mana banyak orang-orang yang sangat butuh bantuan, utamanya kaum fakir miskin. Alasan lain, boleh saja mendahulukan penunaian zakat sebelum mencapai haul jika terdapat sebab wajibnya asalkan telah mencapai nishab secara sempurna. Hal ini semisal dengan penunaian utang sebelum jatuh tempo atau penunaian kafarat  sumpah sebelum sumpah tersebut dibatalkan.

Wallahu a’lam bishhowab.

Sumber Referensi :

  • M. Nur Riyanto Al Arif. 2013. “Optimalisasi Peran Zakat dalam Perekonomian Umat Islam diIndonesia” Jurnal Ulul Albab Volume 14, No.1 Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
  • Dewan Syariah LAZIS Muhammadiyah, 2016. Pedoman Zakat Praktis. Yogyakarta : Suara Muhammadiyah.
  • Ronny Mahmuddin, dkk.2020. 2 “Spesialissue: Islamic Law Perspektiveon Covid-19” Jurnal Bustanul Fuqaha Bidang Hukum Islam ,Vol. 1, No. Website: https://journal.stiba.ac.id.
  • Didin Hafidhuddin,. 2002. Zakat Dalam Perekonomian Modern . Jakarta: Gema Insani Press.
  • Bin Baz, “Hukum Ta’jil Zakah wa Miqdaruha fil Mal wa Hukmu Ikhrajiha min gairil mal allazi wajabat fihi zakah https://binbaz.org.sa/fatwas/11229 . diakses pada 1 September 2020 pukul  09.32  WIB.
  • IslamWeb.net.“Hukum Ikhraj Ba’dhi Zakah Qabla Hulul Haul”. https://www.islamweb.net/ar/fatwa/113457. diakses pada 2 September 2020 pukul 10.21 WIB.
  • HPT Muhammadiyah cet. ke-3. Kitab Zakat : Yogyakarta . Suara Muhammadiyah. 2009.
  • Irwanuddin . 2018.”Dinamika Zakat dan Urgensinya dalam AlQur’an dan Hadis”. Jurnal Al Qardh, Nomor 5, Juli . UIN Alauddin Makassar.
  • Nawawi , 2012 .“Hukum  Membayar Zakat dan Pajak Bagi Umat Islam diIndonesia” Jurnal Ekonomi Islam Al-Infaq, Vol. 3 No. 2, September. Program Studi Ekonomi Syari’ah FAI-UIKA Bogor.
  • Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta, Al-Amwaal Fiil Islaam Fungsi Harta Menurut Ajaran Islam, Yogyakarta: Penerbit Persatuan Yogyakarta, t.t.
  • Ibnu Rusyd, (1995). Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah  al-Muqtasid. Beirut: Dar Ibnu Hazm.
  • Ma’rifah Saifullah . 2019. “Konsep Amwal  dalam Buku Zakat Kita Perspektif Muhammadiyah”, Risalah Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Yogyakarta.

[1] HR. Abu Dawud no. 1624, Tirmidzi no. 678, Ibnu Majah no. 1795 dan Ahmad 1: 104. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.

[2] https://www.islamweb.net/ar/fatwa/113457. diakses pada 2 September 2020 pukul 10.21 WIB

[3] Ibnu Rusyd, Bidayah al-Mujtahid wa nihayah al-Muqtasid,  (Beirut: Dar Ibnu Hazm, 1995), II:538.

[4] Shalih al-Fauzan, Al-Mulakhkhas al-Fiqhi (Iskandariah: Dar al-Aqidah, 2009),.I: 260  dalam Ronny Mahmuddin, dkk . Jurnal Bustanul Fuqaha Bidang Hukum Islam ,Vol. 1, No. 2 tahun 2020 “Spesialissue: Islamic Law Perspektiveon Covid-19”: hlm. 125-136 .Website: https://journal.stiba.ac.id.

[5] Bin Baz, “Hukum Ta’jil Zakah wa Miqdaruha fil Mal wa Hukmu Ikhrajiha min gairil mal allazi wajabat fihi zakah” Situs resmi syekh  Bin Baz . https://binbaz.org.sa/fatwas/11229. dalam Ronny Mahmuddin, dkk . Jurnal Bustanul Fuqaha Bidang Hukum Islam ,Vol. 1, No. 2 tahun 2020 “Spesialissue: Islamic Law Perspektiveon Covid-19” : hlm. 125-136.Website: https://journal.stiba.ac.id. diakses pada 1 September  2020 pukul 09.32 WIB.

Pendidikan Untuk  Anak Yatim 

Pendidikan Untuk Anak Yatim 

Nabi Muhammad Saw memberikan definisi bahwa masa anak menjadi yatim adalah sebelum mencapai usia baligh. Apabila anak sudah mencapai usia baligh, maka sifat keyatimannya otomatis lenyap.

Diriwayatkan oleh Abu Hanifah dalam musnadnya dari Anas bin Malik Ra,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: لاَ يُتمَ بَعدَ حُلمٍ

Rasulullah Saw bersabda ,”Tidak ada keyatiman setelah mimpi basah”.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Ali Ra,

رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم: لاَ يُتمَ بَعدَ احتِلاَمٍ

Aku hafal dari Rasulullah Saw,”Tidak ada keyatiman setelah mimpi basah”.

Pendidikan anak yatim terdiri dari tiga kaidah sebagai berikut:

  1. Pahala memelihara dan mendidik anak yatim

Beberapa hadis yang menggetarkan jiwa dan menyerunya untuk memberikan perhatian pada pemeliharaan anak yatim yang telah kehilangan bapaknya sebelum mencapai usia baligh. Yaitu sabda Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Abu Dawud,

لاَ يُتمَ بَعدَ احتِلاَمٍ

“Tidak ada keyatiman setelah mimpi basah”

Ini mengharuskan adanya pemeliharaan dan bimbingan untuknya. Sebab, dia telah kehilangan salah satu sandaran pokok dalam pendidikan.

Dari Sahl bi Sa’ad radhiyallahu anhu:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيمِ فِي الْجَنَّةِ هَكَذَا ، وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا

Rasulullah Saw bersabda,” Aku dan orang yang memelihara anak yatim, disurga seperti ini”. Beliau menunjukkan dengan jari telunjuk dan jari tengah sambil merenggangkan keduanya. ( HR. Abu Dawud)

Diriwayatkan oleh al-Baihaqi dari Umar radhiyallahuanhu:

انَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اَحَبُّ بُيُوتِكُم اِلىَ اللهِ بَيتٌ فِيهِ يَتِيمٌ مُكرَمٌ 

Bahwasanya Rasulullah Saw bersabda,” Rumah kalian yang paling dicintai Allah Swt adalah rumah yang didalamnya terdapat anak yatim yang dimuliakan”.

Beliau mencanangkan satu kaidah bagi orang-orang yang keras hatinya dan tidak dapat merasakan kenikmatan Allah Swt sebagai obat dan penyembuhan serta solusi yang bermanfaat.

Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dari Abu Darda’ radhiyallahuanhu:

اَنَّهُ اَتَى النَّبِيَّ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ يَشكُو قَسوَةَ قَلبِهِ , فَقَالَ لَهُ : اَتُحِبُّ اَن يَلِينَ قَلبُكَ وتُدرِكَ حَاجَتَكَ ؟ اِرحَمِ اليَتِيمَ, وَامسَح رَأسَهُ, وَاَطعِمهُ مِن طَعَامِكَ يَلِن قَلبُكَ وَتُدرِك حَاجَتَكَ

Bahwasanya ada seseorang menghadap Nabi Saw mengadukan kekerasan hatinya. Beliau bersabda kepadanya”Apakah engkau ingin hatimu melunak dan engkau mendapatkan kebutuhanmu? Sayangilah anak yatim,usaplah kepalanya dan berilah dia makanan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan engkau mendapatkan kebutuhanmu.”

  • Menjaga dan mengurus anak yatim

Abu Syuraih Khuwailid ‘Amr al-Khuza’I radhiyallahuanhu berkata:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اللهُمَّ اِنِّي اُحَرِّجُ حَقَّ الضَّعِيفَينِ اليَتِيمَ والمَرأَةِ

Rasulullah Saw bersabda,” Ya Allah, sesungguhnya aku merisaukan hak dua jenis anak: anak yatim dan anak perempuan”. Hadis ini hasan dan diriwayatkan oleh an-Nasa’i.

An-Nawawi rahimahullah mengatakan ,”Arti ( اُحَرِّجُ ) adalah menganggap dosa, yaitu aku anggap berdosa orang yang menyia-nyiakan hak mereka berdua. Aku peringatkan atas hal itu dengan peringatan yang tegas dan aku larang dengan larangan yang keras.”

Diriwayatkanlah oleh Muslim, Bukhari, at-Tirmidzi dan an-Nasa’I dari Aisyah radhiyallahuanha:

اَنَّ رَجُلاً كَنَت لَهُ يَتِيمَةٌ فَنَكَحَهَا , وَكَانَ لَهُ عِذقُ نَخلٍ, فَكَانَت شَرِيكَتَهُ فِيهِ وَمَالِهِ, فَكَانَ يُمسِكُهَا عَلَيهِ وَلَم يَكُن لَهَا مِن نَفسِهِ شَئٌ, فَنَزَلَت:

( وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا۟ فِى ٱلْيَتَٰمَىٰ فَٱنكِحُوا۟ مَا طَابَ لَكُم مِّنَ ٱلنِّسَآءِ مَثْنَىٰ وَثُلَٰثَ وَرُبَٰعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ فَوَٰحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَلَّا تَعُولُوا )

Bahwasannya seseorang memelihara anak perempuan, yatim yang kemudian dinikahinya. Dia memiliki kebun kurma. Perempuan yatim itu berserikat dengannya pada kebun itu dan hartanya. Dia menjadikannya istri atas harta tersebut, dan dia tidak memperlakukannya sebagai seorang istri, serta dia tidak berperilaku sebagai seorang suami. Maka Turunlah ayat ,” Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim( bilamana kamu mengawininya) maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi, dua atau tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil ,maka kawinilah seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” ( QS. An-Nisa’: 3)

  • Pahala ibu (janda) yang tidak menikah karena mendidik anak yatim

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Abu Ya’la dari Auf bin Malik , Bahwasanya Nabi Saw bersabda:

اَنَا وامرَأَةٌ سَفعَاءُ الخَدَّينِ آمِتٌ مِن زَوجِهَا ,فَصَبَرَت عَلَى وَلَدِهَا , كَهَا تَينِ فِي الجَنَّةِ .وقَرَّنَ بَينَ اَصبُعَيهِ

“Aku dan wanita yang memiliki bekas tangis dipipinya karena kematian suaminya kemudia bersabar atas anaknya , seperti dua jari ini disurga.” Beliau mengatupkan kedua jari beliau.

Abu Dawud menambahkan lafal:

ذَاتُ مَنصِبٍ وَجَمَالٍ ,حَبَسَت نَفسَهَا عَلَى يَتَامَاهَا حَتَى بَانُوا اَو مَاتُوا 

“Wanita yang memiliki kedudukan tinggi dan kecantikan , menahan diri tidak menikah untuk anak-anaknya yang yatim sampai mereka berpisah ( menikah) atau mati”.

Demikianlah kita melihat perhatian besar yang diberikan oleh Rasulullah Saw dengan kedua jenis anak yang lemah ini, anak perempuan dan yatim. Beliau mengajarkan kepada umat nya agar menambah perhatian, usaha dan berbuat baik kepada mereka berdua. Betapa besar kemulian ini.

Sumber Referensi :

  • Manhaj at-Tarbiyah an-Nabawiyyah lith Thifl. Diterjemahkan  dengan judul “Prophetic Parenting ( Cara Nabi Mendidik Anak )” ,karya DR. Muhammad Nur Abdul Hafizh Suwaid.
  • Shahih al-Jami’ ash-Shaghir , karya asy-Syaikh Muhammad bin Nuh Najati Nashiruddin al-Albani.
PERBERDAYAAN UMKM | Bantuan Usaha Jual Pulsa & Token Listrik

PERBERDAYAAN UMKM | Bantuan Usaha Jual Pulsa & Token Listrik

Kudus (3/9) Lazismu kudus kembali mentasyarufkan dana perolehan zakat untuk membantu pemberdayaan umkm modal usaha bagi mustahik. Kali ini program pemberdayaan umkm lazismu kudus berupa bantuan modal usaha kecil jual pulsa all operator dan token listrik Mas Miftah.

Muhammad Taufiq Miftahurrohman (22th) biasa disapa miftah beralamat di Desa Payaman 02/02 Mejobo Kudus. Dia diberikan kesitimewaan oleh Allah subhanahu wata’la dilahirkan dengan keadaan disabilitas. Anak pertama dan satu satunya laki laki dari pasangan Ahmad Sukiman dan Kurniawati kesehariannya membantu jualan susu kedelai hasil produksi ibunya. Ayahnya mas miftah juga seorang disabilitas sehingga tak mampu memenuhi kebutuhan keluarga.

Kecelakaan yang dialami ibunya belum lama ini memberikan dampak fisik sehingga tak mampu memproduksi susu kedelai setiap hari. Belum lagi tanggungan hutang keluarga yang menambah beban hidup semakin berat. Keterbatasan fisik tak menyurutkan semangat mas miftah untuk berjuang menghidupi keluarganya karena dia masih mempunyai 4 adik kandung yang semuanya perempuan.

Melihat semangat mas Miftah, Lazismu Kudus memberikan dukungan berupa modal usaha untuk berjualan pulsa dan token listrik serta mendampingi kegiatan usaha yang dilakukan agar mampu berjalan dengan lancar.

Terima kasih kepada semua donatur yang telah menitipkan zakat infaq dan sodaqohnya melalui lazismu kudus, semoga amal kebaikan anda semua dibalas dan dilipatgandakan oleh Allah subhanahu wata’ala.

Dukung terus program program lazismu kudus dengan menunaikan zakat infaq dan sodaqoh melalui rekening kami :

Rekening Zakat
BNI Syariah : 51 51 111 101
Bank Syariah Mandiri : 713 912 6763
Rekening Infaq
BNI Syariah : 51 51 111 203
Bank Syariah Mandiri : 713 266 5097
Konfirmasi transfer via WA 085647266188

Datang langsung ke Kantor :
ZAKAT CENTER LAZISMU KUDUS
Jl HOS Cokroaminoto No.80 Mlati Lor Kota Kudus
Telp. (0291) 2912516
Jemput zakat infaq sodaqoh donasi 081390359827 & 085288545157 Fanspage : zakat center lazismu kudus

Facebook : Lazismu Kudus
Twitter : Lazismukudus
Instagram : Lazismu_kudus
Website : www.lazismukudus.org
Youtube : lazismu kudus official (https://www.youtube.com/watch?v=65E_iHQm2ao&t=29s)

Bantu Biaya Pengobatan Siti Fatimah (Sakit Miningitis)

Bantu Biaya Pengobatan Siti Fatimah (Sakit Miningitis)

www.lazismukudus.org – Kudus (27/08) Siti Fatimah (40th) Seorang perempuan (janda) yang beralamat di Dukuh Krasak rt.2 rw.7 Desa Tumpang Krasak Kecamatan Jati Kabupaten Kudus. Sehari-hari beliau adalah seorang pengajar di Kelompok Bermain Aisyiyah Melati Jati Kulon Jati Kudus. Selama dua minggu lebih ditemani anak perempuannya beliau masih terbaring di kamar Zaenab Rumah Sakit Aisyiyah Kudus karena mengidap penyakit Miningitis. Beliau hanya bisa merintih sakit karena penyakitnya

Sebelum dipindahkan ke ruang perawatan, beliau tidak sadarkan diri di selama hampir 10 hari di Ruang HCU RS Aisyiyah Kudus. Menurut penuturan anaknya, sebelum dibawa ke RS Aisyiyah Kudus sudah tidak sadarkan diri di rumahnya, atas saran dokter, harus segera dibawa ke Unit Gawat Darurat Rumah Sakit.

Cobaan pun bertubi tubi, biaya perawatan di Rumah Sakit saat ini yang harus di tanggung oleh keluarganya sudah mencapai lebih dari 10 juta, itu karena keluarga Siti Fatimah belum mempunyai BPJS Kesehatan. Dengan profesinya sebagai guru dan suaminya meninggal sudah 4 tahun yang lalu serta harus merawat ketiga anaknya. Atas dasar itu, Lazismu Kudus hadir untuk meringankan beban keluarga ibu Siti Fatimah.

Keluarga Siti Fatimah masih banyak butuh bantuan untuk biaya pengobatan dan penghidupan anak-anaknya. Mari bantu Siti Fatimah dengan berdonasi ke Lazismu Kudus melalui transfer ke nomer rekening Lazismu Kudus :

Rekening Infaq
BNI Syariah : 515.1111.203
Bank Syariah Mandiri : 713.2665.097
Konfirmasi transfer via WA   0856 4726 6188

jemput donasi 0813 9035 9827

ZAKAT CENTER LAZISMU
Jl HOS Cokroaminoto No.80 Mlati Lor Kota Kudus
Telp. (0291) 2912516
Call Center Ambulance Gratis : 081290463424

Facebook : Lazismu Kudus
Instagram : Lazismu_kudus
Website : Lazismukudus.org
Youtube : Lazismu kudus official
Twitter : Lazismukudus
Fasnpage : Zakat Center Lazismu Kudus

LAZISMU RS AISYIYAH KUDUS SALURKAN 693 PAKET SEMBAKO

LAZISMU RS AISYIYAH KUDUS SALURKAN 693 PAKET SEMBAKO

KH Subhan (Ketua Lazismu KL RS Aisyiyah Kudus)

Program ketahanan pangan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) RS ‘Aisiyah Kudus bersama MCCC PDM Kudus menyalurkan bantuan paket Sembako bagi 693 guru dari tingkat kelompok bermain (KB), TK, madin dan TPQ di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiyah Kudus.

Dilaksanakan secara simbolik di Aula lantai, Ketua Lazismu RS Aisiyah Kudus, KH Subchan mengatakan bahwa penyaluran bantuan paket sembako ini ditujukan sebagai bentuk kepeduliannya kepada para para guru swasta di Kudus selama pandemi.

“Kami pilih guru swasta, karena gaji mereka kecil. Apalagi dengan adanya pandemi ini gaji mereka tidak cair karena sekolah libur panjang dan belum tahu kapan akan kembali aktif,” kata KH Subchan, Sabtu (15/08/2020).

“Bantuan yang kami salurkan hari ini ada 693 paket Sembako. Terdiri dari beras, minyak goreng, gula, kecap dan teh. Ini rencananya akan kami berikan secara berkala,” terangnya.

“Ini bentuk kepedulian tahap pertama untuk mengcover kebutuhan di masa pandemi, dan tidak menutup kemungkinan bisa berlanjut. Karena masih ada guru madin yang tidak mendapat gaji, guru paket KB dan TK juga ada yang gajinya tertunda karena muridnya belum masuk,” katanya.

dr. Hilal Ariadi (Direktur RS Aisyiyah Kudus)

Ditemui usai mewakili sejumlah guru TPQ Aisyiyah di Kudus. Kepala TPQ Aisiyah Jati Kulon, Durrotul Fatimah mengaku selama pandemi ini, ia dan rekan-rekannya banting setir berjualan keliling untuk menyambung kehidupan keluarganya.

Lazismu Kudus Serahkan Beasiswa Mentari dan Sang Surya

Lazismu Kudus Serahkan Beasiswa Mentari dan Sang Surya

www.lazismukudus.org. kudus (29/07) Lazismu Kudus kembali mentasyarufkan beasiswa mentari kepada 53 siswa untuk tingkat Sekolah Dasar hingga tingkat Sekolah Menengah Atas. Total beasiswa mentari yang telah tersalurkan berjumlah Rp. 24.600.000,-. Selain itu Lazismu Kudus juga menyalurkan beasiswa sang surya (S1) sebesar Rp. 7.600.000,- kepada mahasiswa mahasiswi dari perguruan tinggi diantaranya PUTM, UNNES, IAIN Kudus, dan Universitas Muria Kudus.

Beasiswa pendidikan ini merupakan amanah dari donatur melalui program Orangtua Asuh yang merupakan program unggulan LAZISMU Kudus di bidang pendidikan.Pentasyarufan kali ini adalah pentasyarufan di semester dua untuk tahun 2020. Adapun penerima beasiswa merupakan siswa dan mahasiswa dari kalangan yatim dan dhuafa.

Pentasyarufan Basiswa kali ini berbeda dengan kegiatan semester sebelumnya. Kondisi pandemi COVID 19 mengharuskan kegiatan pentasyarufan dilakukan dengan protokol kesehatan. Kegiatan pentasyarufan dilakukan dengan cara pengambilan beasiswa oleh perwakilan sekolah ke kantor Zakat Center LAZISMU Kudus untuk selanjutnya disampaikan kepada siswa siswi dan mahasiswa penerima beasiswa mentari dan sang surya.

Program Orangtua Asuh LAZISMU Kudus yang berjalan sampai sekarang telah memberikan banyak manfaat terutama bagi siswa dan mahasiswa dari kalangan yatim dhuafa. Melalui Beasiswa pendidikan ini LAZISMU Kudus berusaha memberikan kontribusi dalam mengatasi masalah siswa putus sekolah ataupun mahasiswa yang terkendala masalah biaya kuliah.

Masih banyak diluar sana yang belum bisa menerima manfaat dari beasiswa mentari dan sang surya sehingga perlu dikembangkan lagi untuk program Orangtua Asuh.

Untuk itu LAZISMU Kudus berharap agar semakin banyak yang berpartisipasi dalam program orang tua asuh ini untuk menjangkau lebih banyak siswa dan mahasiswa yang dapat menerima manfaat program beasiswa pendidikan ini.Lazismu Kudus Memberi Untuk Negeri

Jika ingin menjadi donatur tetap pada Program Beasiswa Mentari dan Sang Surya silahkan menghubungi nomor HP 0813 9035 9827 atau 0852 8854 5157 atau call center kami di 0291 2912516

LAGI, LAZISMU SERAHAN BANTUAN KURSI RODA

LAGI, LAZISMU SERAHAN BANTUAN KURSI RODA

Kudus (30/07), Lazismu Kudus kembali mentasyarufkan bantuan alat kesehatan berupa satu unit kursi roda kepada Bapak Sadjeri (63 Tahun) warga desa Klaling, Kecamatan Jekulo Kab Kudus. Selama satu tahun terakhir pak Sadjeri mengalami beberapa penyakit diantaranya gangguan pada ginjal dan stroke yang membuatnya tidak mampu berdiri dan beraktivitas.

Bapak Sadjeri sudah menjalani berbagai macam terapi dan pengobatan, mulai dari pengobatan medis hingga alternatif. Dari banyaknya pengobatan yang dijalani belum memberikan pengaruh yang signifikan. Bapak Ngatman, putra pertamanya mengatakan bahwa ayahnya sempat putus asa dan ingin berhenti menjalani pengobatan. Beliau juga merasa jenuh karena hanya bisa diam dirumah hingga mengalami stress. Keadaan keuangan yang minim ditambah kondisi ekonomi semasa pandemi seperti saat ini membuat anak-anaknya belum mampu membelikan alat bantu.

Kedatangan Lazismu membuat tangis haru yang tak dapat dibendung saat satu unit kursi roda diserahkan kepada Bapak Sadjeri. Beliau Tak henti-hentinya meneteskan air mata saat didudukkan diatas kursi roda hingga tak mampu berkata-kata. Bantuan kursi roda dari LAZISMU itu langsung dipakai untuk menikmati suasana pagi di luar rumah yang masih sejuk. Ngatman putra pertamanya berterimakasih kepada LAZISMU Kudus atas bantuan kursi roda untuk ayahnya.

“terima kasih kepada LAZSIMU Kudus yang telah memberikan sumbangan kursi roda buat bapak, dan semoga LAZISMU beserta donaturnya dikasih panjang umur, sehat selalu, serta kesuksesan”ujarnya.

Mari Dukung terus program program lazismu kudus dengan menunaikan zakat infaq dan sodaqoh melalui rekening kami

Rekening Zakat
BNI Syariah : 51 51 111 101
Bank Syariah Mandiri : 713 912 6763

Rekening Infaq
BNI Syariah : 51 51 111 203
Bank Syariah Mandiri : 713 266 5097
Konfirmasi transfer via WA 0856 4726 6188

Datang langsung ke Kantor :
ZAKAT CENTER LAZISMU KUDUS
Jl HOS Cokroaminoto No.80 Mlati Lor Kota Kudus
Telp. (0291) 2912516

Ambulance Gratis
081290463424

Jemput zakat infaq sodaqoh donasi
0813 9035 9827 & 0852 8854 5157

Twitter : https://www.twitter.com/@lazismukudus/
Facebook : https://www.facebook.com/lazismu.kudus/
Instagram : https://www.instagram.com/lazismu_kudus/
Website : http://www.lazismukudus.org/
Youtube : htttp://www.youtube.com/lazismukudusofficial/
Fanspage : https://www.facebook.com/zakatcenterlazismukudus