PANDEMI BELUM BERAKHIR (Tetap Disiplin 3M)

PANDEMI BELUM BERAKHIR (Tetap Disiplin 3M)

Terkait dengan pandemi Covid-19, Muhammadiyah sedari awal menunjukkan komitmen kuat untuk terlibat aktif dalam membantu bangsa dan negara untuk menghadapinya. Melalui Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Muhammadiyah hadir di semua lini mulai dari melaksanakan upaya promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif. Dari sosialisasi tentang Covid-19 hingga pemulihan bagi mereka yang terkonfirmasi positif (penyintas Covid-19).

Bahkan bagi warga yang meninggal karena Covid-19, MCCC di berbagai daerah memberi layanan pemakaman jenazah, tentu dengan protokol kesehatan yang ketat.

Dibawah ini adalah dokumentasi para relawan Muhammadiyah saat pemakaman dengan protokol Covid-19 bagi warga. Para relawan Muhammadiyah (Tim Pemulasaran Jenazah) sebagian ada yang relawan MDMC atau Tim Kamboja dalam gugus tugas Covid-19.

Nilai Diri adalah Keimanan dan Akhlaq

Nilai Diri adalah Keimanan dan Akhlaq

Ada seorang miskin yang mengenakan kain usang , pakaian lusuh , perut lapar , kaki tak beralas, berasal dari garis keturunan yang tidak terhormat, tidak punya kedudukan, harta dan keluara besar, tidak punya rumah untuk berteduh, tidak punya perabotan yang berharga , tidur dimasjid dan berkasur pasir bercampur kerikil.

Namun begitu, dia adalah seorang selalu berdzikir kepada Rabb-Nya , selalu membaca kitab Allah Swt dan selalu berada pada shaf terdepan dalam shalat maupun perang. Suatu ketika dia lewat didekat Rasulullah Saw. Lalu Rasulullah Saw memanggil namanya dengan nyaring, “Wahai Julaibib, tidakkah kamu menikah ?”.

Orang itu menjawab,”Wahai Rasulullah Saw, siapakah yang mau menikahkan putrinya denganku?Aku tidak punya kedudukan dan tidak pula harta”. Beberapa hari kemudian Rasululah Saw bertemu dengannya. Rasulullah mennayakan pertanyaan yang sama, dan dia pun menjawabnya dengan jawaban yang sama pula.

Pada pertemuan yang ketiga Rasulullah Saw mengajukan pertanyaan yang sama, dan dijawab dengan jawaban serupa. Maka bersabdalah Rasulullah Saw, “Wahai Julaibib, pergilah ke rumah Fulan ( Rasulullah menyebut nama seorang Anshar ) lalu dikatakan padanya, “Rasulullah Saw menyampaikan salam untukmu dan memintamu untuk mengawinkanku dengan anak perempuanmu.”

Sahabat Anshar yag dimaksud itu berasal dari keluarga terhormat dan terpandang. Maka, berangkatlah Julaibib menemui sahabat Anshar itu. Diketuknya pintu rumahnya dan kemudian disampaikannya apa yang diperintahkan oleh Rasulullah . Sahabat Anshar itu mengatakan ,”Semoga kesejahteraan tercurah untuk Rasulullah . Tapi bagaimana bisa aku mengawinkan anakku denganmu yang tidak punya kedudukan dan harta benda?”

Pada saat itu, istri sahabat itu juga mendengar pesan Rasulullah Saw yang disampiakna oleh Julaibib itu, dan dia pun terheran-heran dan bertanya-tanya: “…( dengan) Julaibib , yang tidak punya kedudukan dan harta?” Dari dalam putrinya yang mukminah mendengar apa yang dikatakan oleh Julaibib dan pesan Rasulullah yang disampaikannya , segera anak perempuan mukminah itu berkata kepada keduaorangtuanya , “Apakah kalian menolak permintaan Rasulullah ? Tidak, demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya!”.

Selanjutnya , terjadilah sebuah pernikahan dan melahirkan sebuah keluarga yang penuh berkah. Ini sebuah rumha tangga yang didasarkan atas ketakwaan kepada Allah dan keridhaan terhadap perintahNya. Beberapa waktu kemudian datanglah seruan jihad. Julaibib pun ikut perang. Dengan tangannya terbunuh tujuh orang musuh. Namun dia sendiri juga terbunuh. Dia meninggal dengan berbantalkan tanah dengan penuh keridhaan kepada Allah Swt, Rasul Nya dan kepada prinsip-prinsip yang menghantarkannya kepada ajal.

Setelah itu Rasulullah memeriksa semua korban dalam perang itu. Dan para sahabat memberitahukan nama-nama siapa saja yang terbunuh. Tak ada nama Julaibib disebut, sebab memng dia tidak terkenal dikalangan sahabat. Namun Rasulullah Saw ingat sekali Julaibib. Beliau hafal nama itu ditengah nama-nama besar yang terbunuh. Sergah Rasulullah ,”Tapi kini aku kehilangan Julaibib”.

Rasulullah Saw mendapati jasadnya penuh dengan debu dan mengusap debu dari wajahnya seraya berkata: “Engkau telah membunuh tujuh orang lalu engkau sendiri kini terbunuh. Engkau bagian dariku dan aku bagian darimu. Engkau bagian dariku dan aku bagian darimu. Engkau bagian dariku dan aku bagian darimu.” Ucapan yang merupakan tanda pengenal dari Nabi ini sudah cukup buat Julaibib sebagai tanda dan hadiah.

Sebenarnya nilai seorang Julaibib adalah keimanannya, kecintaan Rasullah kepadanya dan prinsip yang dia pegang teguh sampai dia harus mati karenanya. Kemiskinan dan ketidakjelasan garis keluarganya tidak pernah menjadi penghambat untuk memperoleh kedudukan yang mulia dan besar ini. Dia telah mencapai cita-citaya untuk mati syahid, mendapatkan kebahagiaan didunia dan diakhirat. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam QS. Ali-Imran : 170,

فَرِحِينَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِٱلَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا۟ بِهِم مِّنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

 “Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” ( QS. Ali-‘Imran : 170 )

Dalam Tafsir al-Muyassar dijelaskan, Sungguh kebahagiaan telah menyelimuti jiwa mereka dan kegembiraan telah melingkupi hati mereka berkat anugerah yang Allah limpahkan kepada mereka. Mereka terus berharap dan menunggu saudara-saudara mereka yang masih ada di dunia akan menyusul mereka. Karena jika mereka terbunuh di medan jihad, mereka akan mendapatkan anugerah seperti mereka. Tidak ada kecemasan terhadap mereka dalam menghadapi urusan Akhirat yang akan mereka hadapi. Dan mereka tidak bersedih hati atas kekayaan duniawi yang luput dari mereka.

Sesungguhnya nilai diri itu ada dalam makna-makna dan sifat-sifat mulia yang ada dalam diri. Kebahagiaanmu ada dalam pemahaman, perhatian dan keinginanmu yang kuat terhadap sesuatu.

Kemiskinan dan kelemahan bukan hambatan bagi seseorang untuk mencapai prestasi yang baik, untuk sampai ke tujuan dan unggul atas orang lain. Maka berbahagialah orang yang telah  mengrtahui  harga dirinya, berbahagialah orang yang telah membuat jiwanya bahagia dengan impian yang telah dicapainya, jihad yang diikutinya, dan akhak baik yang menjadi nilainya. Berbahagialah bagi yang telah menjadi baik sebanyak dua kali , yang berbahagia di dua kehidupan dan mendapat kemenangan dua kali yaitu di dunia dan di akhirat.

Wallahu a’lam bishhowab.

Sumber Referensi :

  • DR. ‘Aidh al-Qarni, 2007. dalam  La Tahzan diterjemahkan Samson Rahman dengan judul “La Tahzan: Jangan bersedih!” . Jakarta : Qisthi Press. Cet: XXXVIII
  • DR. ‘Aidh Al Qarni, 2008. Tafsir al Muyassar, Jakarta: Qisthi Press.
SIAGA BENCANA INDONESIA

SIAGA BENCANA INDONESIA

Hujan deras yang terjadi di Jawa Tengah bagian barat selatan memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Salah satunya di Kabupaten Cilacap. Di wilayah ini, sebanyak tujuh kecamatan terdampak banjir.

Ketujuh kecamatan tersebut meliputi, Kroya dan Sampang di Cilacap timur, serta Kecamatan Bantarsari, Gandrungmangu, Sidareja, Wanareja, dan Cimanggu di wilayah Cilacap barat.

Saat ini Muhammadiyah Jateng sudah menyiapkan sumber daya manusia, logistik, armada, relawan medis dan non medis yang langsung dikoordinir oleh tim dari MDMC Jateng dan Lazismu Jateng dalam penanganan siaga bencana.

Sementara itu, ketua MDMC Jawa Tengah Naibul Umam mengatakan relawan Muhammadiyah di 10 kabupaten/kota di Jateng siap mendukung para relawan di tiga daerah di lereng merapi yaitu, Kabupaten Klaten, Kabupaten Magelang dan Kabupaten boyolali. 

“Selain di erupsi gunung merapi, MDMC Jateng dan relawan juga telah menangani musibah banjir dan tanah longsor yang melanda daerah Cilacap, Kebumen dan Banyumas,” ungkapnya.

“Potensi Muhammadiyah dan koordinasi MDMC Jateng dikerahkan penuh sesuai kebutuhan dilapangan. Respon awal sudah dilakukan sejak awal november 2020 dengan menerjunkan ratusan relawan, 4 perahu, pendirian pos koordinasi serta dapur umum,” pungkasnya.

Yuk, sobat segera kirimkan bantuan kepada korban bencana alam melalui donasi ke nomer rekening Lazismu Kudus :

BNI Syariah 51 51 111 203 atas nama Lazismu Kudus
sertakan kode Unik ‘010’ dibelakang nominal, kode bank 427
Contoh Rp. 1.000.010, Konfirmasi transfer 081390359827

Atau datang langsung ke kantor kami ZAKAT CENTER LAZISMU
Jl HOS Cokroaminoto No.80 Mlati Lor Kota Kudus Telp. (0291) 2912516

LAZISMU BANTU PENGOBATAN UNTUK OPERASI

LAZISMU BANTU PENGOBATAN UNTUK OPERASI

Arti sebuah Kesabaran pemuda yang hidup berdua didalam rumah berukuran 5×6 meter di desa Wates Gang 7, rt.1 rw.4 Kecamatan Undaan Kab Kudus. Mereka berdua telah ditinggal kedua orangtuanya, ayahnya meninggal 6 tahun yang lalu kemudian ibunya meninggal 4 tahun yang lalu.

Susyanto anak pertama yang berusia 38th mengalami kebutaan permanen diakibatkan karena kecelakaan kendaraan saat malam hari, saat itu ketika lampu padam dia berkeinginan membeli lilin, akan tetapi dia tertabrak colt roda empat saat mengendarai motor.

Muhammad Syafii usia 16 tahun yang masih duduk di kelas dua sekolah swasta di Undaan ini juga mengalami kecelakaan, dia mengalami patah tulang kedua lengan tangannya dan harus dioperasi pasang pen di kedua lengan tangannya. Saat ini Syafii berkeinginan untuk melepas pen yang ada di kedua lengan tanggannya itu, dengan keadaan keluarga yang masih dibawah garis kemiskinan, dan saat ini masih mengalami tunggakan BPJS Mandiri, BPJS keduanya belum bisa digunakan atau ditolak oleh Rumah Sakit karena masih mempunyai tunggakan.

Lazismu hadir untuk membantu keluarga tersebut dengan membayarkan tunggakan BPJS keduanya agar supaya bisa aktif lagi dan bisa digunakan untuk operasi lepas pen oleh M. Syafii. Semoga dengan bantuan tersebut, M. Syafii bisa segera menjalani operasi lepas pen yang ada di kedua lengan tangannya.

Terima kasih para donatur Lazismu kudus, yang telah menitipkan zakat infaq sodaqohnya kepada kami, harta yang anda titipkan sangat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tetap dukung program-program Lazismu untuk terus menebar benih benih kebaikan dan bermanfaat untuk sesama Mari salurkan zakat dan infaq anda melalui berbagai cara :

1. transfer ke rekening lazismu kudus
2. jemput dirumah/ kantor anda
3. datang ke kantor layanan kami

Rekening Zakat
BNI Syariah : 515.1111.101
Bank Syariah Mandiri : 713.9126.763

Rekening Infaq
BNI Syariah : 515.1111.203
Bank Syariah Mandiri : 713.2665.097

rekening a.n lazismu kudus
Konfirmasi transfer via WA 0856 4726 6188

Kantor ZAKAT CENTER LAZISMU KUDUS
Jl. HOS Cokroaminoto No.80 Mlati Lor Kota Kudus
Telp. (0291) 2912516

Layanan Konsultasi dan Jemput ZIS
0813 9035 9827 latif
0852 8854 5157 sukma

Youtube : lazismu kudus official
Facebook : Lazismu Kudus
Instagram : Lazismu kudus
Website : www.lazismukudus.org
Fanspage : zakat center lazismu kudus
Twitter : Lazismu kudus

Muhammadiyah Terima Penghargaan Penanganan Covid-19

Muhammadiyah Terima Penghargaan Penanganan Covid-19

YOGYAKARTA — Muhammadiyah menjadi salah satu penerima penghargaan atas peranannya ikut bekerja sama mendukung penanggulangan Covid-19. Penghargaan diserahkan Kementerian Kesehatan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ke-56 2020.

Muhammadiyah menerima penghargaan untuk kategori organisasi kemasyarakatan bersama beberapa ormas lain. Penghargaan yang diterima Muhammadiyah disampaikan kepada PP Muhammadiyah untuk mitra maupun individu dalam penanganan Covid-19.

Lewat Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), sejak awal pasien Covid-19 pertama diumumkan pemerintah 2 Maret 2020 hingga kini terus memberikan layanan dalam penanganan Covid-19 melalui 82 Rumah Sakit Muhammadiyah Aisyiyah (RSMA).

Sampai 10 November 2020, ada 4.560 pasien terkonfirmasi positif yang dirawat, 4.188 dalam orang berstatus suspek, dan 853 orang probable. Sedangkan, dana yang sudah digelontorkan dalam penanganan Covid-19 ini berjumlah Rp 307.478.807.989.

Penerima manfaat berjumlah 28.008.788 jiwa. Dana itu di luar biaya perawatan para pasien di seluruh RSMA. MCCC PP Muhammadiyah juga sudah mendistribusikan 500 ribu masker non-medis pakai ulang, sumbangan dari BUMN Singapura, Temasek.

Program dijalankan MCCC bersama Pemerintah RI, Deplu, dan Perdagangan Australia, Unicef, Usaid, perusahaan swasta nasional, perguruan tinggi dan perorangan. Di internal, MCCC didukung penuh Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) sebagai pendanaan utama.

Serta, didukung puluhan ribu relawan Muhammadiyah di Tanah Air guna menjalankan program-program penanggulangan. Ketua MCCC PP Muhammadiyah, Drs Agus Samsudin berharap, masyarakat terapkan protokol kesehatan demi memutus rantai penularan Covid-19.

“Mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan karena wabah Covid-19 ini belum berakhir,” kata Agus, Kamis (12/1).

Hari Kesehatan 2020 sendiri diperingati mengangkat tema Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat. Namun, lantaran pandemi Covid-19 peringatan secara nasional digelar daring dari Jakarta, dihadiri Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri: Tema Milad Muhammadiyah ke-108

Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri: Tema Milad Muhammadiyah ke-108

YOGYAKARTA – “Meneguhkan Gerakan Keagamaan Hadapi Pandemi dan Masalah Negeri” adalah tema yang diusung oleh Muhammadiyah untuk memperingati miladnya, yang pada tahun 2020 ini merupakan milad yang ke-108 dalam hitungan tahun Masehi. Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H yang bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 H.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, tema diangkat untuk mempertegas gerak, sikap, dan kebijakan Muhammadiyah dalam menghadapi keragaman paham, pandangan dan orientasi keagamaan yang tumbuh dan berkembang. Tetapi, pada saat yang sama Muhammadiyah juga senantiasa memberi solusi terhadap masalah negeri, termasuk di era pandemi ini.

Dengan kata lain, di masa pandemi yang sarat beban ini, Muhammadiyah berazam akan terus memancarkan semangat untuk terus berbuat. Pada kenyataanya, semenjak massa awal wabah covid-19 menyapa negeri ini, Muhammadiyah telah berbuat yang terbaik dan maksimal. Baik dalam aspek ibadah dan keagamaan maupun masalah sosial dan kesehatan bahkan yang menyangkut aspek ekonomi.

“Muhammadiyah akan selalu hadir untuk memberi solusi bagi negeri,” tegas Haedar pada Senin (12/10).
Linear dengan itu, Muhammadiyah juga sadar bahwa masalah-masalah negeri, masalah-masalah kebangsaan baik politik, ekonomi, maupun budaya dan keagamaan yang dihadapi bangsa ini juga sangat kompleks, sehingga tidak mungkin bisa diselesaikan oleh satu pihak.

Untuk itu, lewat tema milad ini Muhammadiyah mengingatkan sekaligus mengajak seluruh kekuatan bangsa termasuk pemerintah, lembaga-lembaga politik dan kenegaraan, untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa yang kompleks ini dengan seluruh kekuatan yang kita miliki dengan kebersamaan dengan persatuan dan semangat mencari solusi.

“Muhammadiyah diusia 108 tahun ini tentu akan semakin ditantang berbagai masalah-masalah yang besar, tetapi kami yakin dengan pandangan keagamaannya yang kokoh, dengan sistemnya yang kuat, dengan sumber daya manusianya yang mumpuni dan kerjasama dengan seluruh pihak in sya’allah Muhammadiyah akan mampu dan memberi kontribusi bagaimana menghadapi pandemi dan menyelesaikan masalah negeri dengan spirit dakwah dan tajdid,” jelas Haedar.
Sehingga, lanjut Haedar, gerakan Islam Muhammadiyah akan selalu hadir menjadi gerakan yang bertumpu di atas semangat menjadi syuhada’a alannas, menjadi saksi sejarah yang membawa kemajuan bagi umat, bangsa dan kemanusiaan semesta yang rahmatan lil-‘alamin.

“Mari kita semarakkan dan kita syiarkan Milad Muhammadiyah ke-108 dengan segala ikhtiar yang bisa kita lakukan bersama-sama. Diera pandemi kita tidak boleh kehilangan semangat dan kehilangan peluang untuk terus beraktifitas menggerakan Persyarikatan Muhammadiyah sehingga gerakan ini selalu memberi solusi untuk negeri memberi kontribusi menyelesaikan masalah negeri dan akhirnya membawa umat dan bangsa semakin berkemajuan,” tutup Haedar.

www.youtube.com/Lazismukudusofficial

Silahkan download Logo Milad ke-108 Muhammadiyah di sini

Save Relawan Muhammadiyah

Save Relawan Muhammadiyah

Berkaitan dengan terjadinya pemukulan Relawan Kemanusiaan Muhammadiyah yang bertugas melakukan pemantauan keadaan di sekitar kantor PP Muhammadiyah Jl Menteng Raya 62 Jakarta Pusat, kami menyampaikan kronologi kejadiannya sebagai berikut :

  1. Relawan Muhammadiyah bergerak dalam kegiatan demonstrasi hari ini (13 Oktober 2020) dalam koordinasi Lembaga Penanggulangan Bencana PP Muhammadiyah (Muhammadiyah Disaster Management Center/MDMC). Relawan digerakkan untuk mengantisipasi kebutuhan layanan kesehatan bagi pihak-pihak yang membutuhkan perawatan baik dari sisi demonstran, aparat maupun warga yang terdampak kegiatan.
  2. Selepas maghrib ditugaskan relawan di depan Apartemen Fresher Menteng yang bersebelahan dengan Kantor PP Muhammadiyah di Menteng Raya no 62, untuk memantau situasi dan bersiap bila ada ada jatuh korban yg harus di evakuasi dan dibantu Tim Kesehatan Muhammadiyah.
  3. Selang beberapa saat datanglah Rombongan Resmob Polda Metro dari arah Hotel Treva (Cikini) langsung menyerang relawan dan beberapa warga yang ada di halaman Apartemen Fraser Menteng.
  4. Empat orang relawan MDMC yang bertugas dengan seragam bertuliskan “Relawan Muhammadiyah” ditabrak dahulu dengan motor oleh polisi, kemudian dipukul. Setelah terjatuh diseret ke mobil sambil dipukul dengan tongkat dan ditendang.
  5. Relawan yang diseret ke arah mobil polisi berhasil diminta rekan-rekannya untuk tidak dibawa dan kemudian dirawat oleh tim Kesehatan Muhammadiyah.
  6. Saat ini empat orang relawan yang berasal dari MDMC Bekasi tersebut dilarikan ke RSIJ Cempaka Putih untuk ditangani lebih lanjut.

Berdasarkan kronologi kejadian tersebut di atas, maka kami MDMC PP Muhammadiyah menyatakan :

  1. Menyesalkan terjadinya insiden dan meminta penjelasan dari Polda Metro Jaya atas terjadinya insiden tersebut di atas.
  2. Meminta kepada aparat kepolisian untuk tetap profesional dan melindungi relawan kemanusiaan yang bertugas di lapangan.
  3. Meminta segenap relawan Muhammadiyah yang bertugas untuk tidak terprovokasi dan mempercayakan penanganan pada pimpinan.
  4. Meminta semua pihak untuk tidak memperkeruh keadaan, menghindari terjadinya kekerasan, menghindari pengabaian protokol kesehatan yang berlaku pada pandemi Covid-19 ini.

Demikian pernyataan ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami haturkan terimakasih. Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.

Yogyakarta, 25 Safar 1442 H 13 Oktober 2020 M

Ketua,    

Budi Setiawan, ST.
NBM. 511655
Sekretaris,    

Arif Nur Kholis
NBM. 1257305

sumber : suara muhammadiyah

MDMC Terima Penghargaan BNPB di Tengah Situasi Pandemi

MDMC Terima Penghargaan BNPB di Tengah Situasi Pandemi

Dalam rangka peringatan bulan Pengurangan Resiko Bencana (PRB) yang rutin dilaksanakan setiap tahun di bulan Oktober, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) atau Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah menerima penghargaan dari BNPB. (13/10/2020).

Penghargaan tersebut terkait praktik baik di bidang pengurangan risiko bencana yang telah dijalankan selama ini. Serah terima penghargaan tersebut dilaksanakan dalam acara puncak Peringatan Bulan Pengurangan Resiko Bencana yang digelar di Gedung BNPB. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo dan diterima oleh Wakil Bendahara MDMC PP Muhammadiyah, Siti Marhamah.

Menanggapi penghargaan tersebut, Budi Setiawan saat dihubungi merasa bersyukur bahwa ini menunjukkan MDMC mampu menjalankan amanat Persyarikatan menjadi lembaga penanggulangan bencana yang senantiasa aktif bergerak untuk masyarakat, mendampingi dan melayani masyarakat terutama pada usaha kesiapan, pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana .

“MDMC sebagai lembaga yang berbasis masyarakat akan terus menggerakkan masyarakat untuk menjadi lebih peduli dan tangguh terhadap bencana. Tentu gerak masyarakat akan menjadi efektif ketika dikoordinasikan secara organisasi “Katanya di Indonesia, Covid-19 sudah mewabah sejak bulan Maret 2020 ditandai dengan pengumuman pasien 01 dan 02 oleh Presiden Joko Widodo.

Sejak saat itu Muhammadiyah langsung berkomitmen untuk ikut berpartisipasi dalam penanganan Covid-19 dengan membentuk gugus tugas khusus yaitu Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) dengan organ pelaksana utama yaitu Majelis Pembina Kesehatan Umat (MPKU) dan MDMC PP Muhammadiyah didukung sepenuhnya oleh Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) dari sisi pendanaan.

Sumber : Muhammadiyah.or.id

Monitoring Penerima Manfaat Beasiswa Sang Surya

Monitoring Penerima Manfaat Beasiswa Sang Surya

Sabtu 10/10 Bertempat di salah satu rumah makan di Undaan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan telah terlaksana kegiatan monitoring pembinaan dan pengarahan kepada 12 mahasiswa mahasiswi penerima manfaat beasiswa sang surya Lazismu kudus.

Beasiswa sang surya atau beasiswa sarjana diluncurkan untuk membantu para mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi  untuk menyelesaikan kuliahnya. Beasiswa ini untuk memotivasi generasi muda untuk tetap berprestasi pada disiplin ilmu mereka masing-masing.

Sampai dengan semester ini lazismu kudus telah melakukan pentasyarufan dana zakat untuk beasiswa pendidikan sang surya sejumlah tiga puluh juta rupiah.

Kegiatan kali ini bertujuan agar penerima manfaat semakin semangat dalam menempuh ilmu dan meraih prestasi akademik serta menciptakan perkaderan yang siap berjuang dipersyarikatan besar ini.

Dua Belas Mahasiswa mahasiswi penerima manfaat beasiswa sang surya ini masih study di beberapa universitas, diantaranya Universitas Muria Kudus, IAIN Kudus, UNNES Semarang, UMY Yogyakarta, STIT Yogyakarta, PUTM Yogyakarta serta ada salah satu mahasiswi yang kuliah di Sudan.

Pada kesempatan tersebut perwakilan dari Badan Pengurus Lazismu Kudus Amiruddin Siregar memberikan arahan dan motivasi untuk bisa memberikan kontribusi kepada lazismu kudus dan kepada Muhammadiyah khususnya.

Harapannya dengan monitoring dan pembinaan berkala akan terjalin hubungan kekeluargaan antara Badan pengurus lazismu kudus, executive dengan mahasiswa mahasiswi penerima manfaat beasiswa sang surya lazismu kudus.

Dengan adanya beasiswa sang surya yang diberikan, diharapkan mampu membantu generasi muda dalam mencapai cita-citanya dan bergerak maju dalam memajukan persyarikatan pada khususnya.

Mendahulukan Pembayaran Zakat Sebelum Waktunya

Mendahulukan Pembayaran Zakat Sebelum Waktunya

Islam adalah agama yang memperhatikan segala persoalan manusia  dalam berbagai aspek, termasuk aspek ekonomi. Di antara bukti perhatian  Islam terhadap ekonomi adalah adanya konsep zakat di dalam ayat-ayat al- Qur’an dan hadis Nabi saw. Zakat  dengan segala konsepnya telah  menjadi  bagian dari sistem sosial-ekonomi Islam. Ini karena zakat dilaksanakan dengan memberikan harta dengan kadar tertentu kepada yang berhak menerimanya, sehingga diharapakan mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan perekonomian.

Akhir-akhir ini kaum muslimin di Indonesia sedang dilanda musibah besar yaitu menyebarnya virus corona (covid-19) sehingga banyak masyarakat yang terkena imbasnya. Dari segi ekonomi misalnya, masyarakat kecil terkena efek dari pembatasan sosial demi mencegah penyebaran virus ini. Sebagian harus terputus mata pencahariannya, terlebih lagi bagi yang sebelumnya memiliki kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Mereka tentu sangat membutuhkan bantuan berupa materi untuk menopang kelangsungan hidup mereka. Oleh karena itu, mereka sangat membutuhkan bantuan materi dari orang-orang kaya untuk menopang kehidupan mereka khususnya di saat pandemi ini.

Lalu timbul pertanyaan tentang boleh tidaknya mendahulukan pembayaran zakat sebelum waktunya kepada fakir miskin yang sangat membutuhkan terutama pada kondisi pandemi ini karena melihat maslahat yang lebih besar. Meskipun hukum asal bahwa zakat harta wajib dikeluarkan jika sudah cukup nisab dan genap setahun (haulnya).

Zakat secara bahasa berarti tambah atau bersih. Secara Istilah melaksanakan zakat berarti membersihkan diri dari kotoran dosa dan sebagainya dengan menyerahkan sebagian harta kekayaan yang telah mencapai jumlah  tertentu kepada yang berhak sesuai dengan ketentuan syara‟.

Melalui buku Pedoman Zakat Praktis Lazis Muhammadiyah juga menjelaskan tentang syarat-syarat kekayaan yang wajib dizakati, yaitu:

  1. Harta kekayaan dimiliki secara penuh
  2. Harta tersebut dapat bertambah atau berkurang bila diusahakan atau memiliki potensi untuk dikembangkan. Mengenai harta yang dapat berkembang ini, ulama dapat melakukan ijtihad dengan menambahkan jenis harta lain untuk dizakati seperti hasil usaha.
  3. Mencapai nishab sesuai dengan ketentuan syara’.
  4. Harta yang dihitung sudah dikurangi dengan hutang yang dimilikinya.
  5. Telah berlalu 1 tahun (haul). Bahwa pemilikan harta tersebut sudah berlalu masanya selama dua belas bulan Qomariyyah.

Dalam kaitannya dengan  zakat, meskipun terdapat inovasi pada penetapan jenis harta yang wajib untuk dizakati beserta ketentuannya, Muhammadiyah masih berprinsip bahwa hanya harta tertentu saja yang wajib untuk dizakati dengan tetap memperhatikan nishab dan haul.

Konsep Nishab Zakat

Yang dimaksud dengan nishab disini adalah syarat jumlah minimum aset yang dapat dikategorikan sebagai aset wajib zakat. Islam telah mensyaratkan dalam pelaksanaan zakat mal agar aset yang dizakati harus mencapai nishab tertentu.

Ada perbedaan pendapat dikalangan para ulama dalam menafsirkan dan menentukan kadar nishab. Akan tetapi sebagian besar pendapat menyatakan bahwa yang dimaksud dengan nishab adalah sejumlah makanan, emas, dan lain sebagainya yang dapat mencukupi kebutuhan dan belanja keluarga kelas menengah selama satu tahun.

Sebagaimana juga telah dijelaskan oleh Rasulullah Saw ketika berkata kepada seseorang, artinya, “Mulailah dengan dirimu sendiri, kemudian sedekahkanlah dan jika ada kelebihan dari yang kamu beri kepada keluargamu, maka hal tersebut menjadi milik kerabatmu dan apabila masih berlebih maka lakukan begini dan begini”(HR. Muslim dari Abu Hurairah).

Sistem akuntansi zakat sangat memperhatikan akan pentingnya standar kemampuan bagi muzaki. Adanya konsep nishab menunjukkan bahwa yang menjadi objek zakat hanyalah aset surplus saja. Surplus nilai nishab berarti seorang muzaki masih mempunyai sisa aset sebesar nishab setelah memenuhi kebutuhan pokoknya. Prinsip ini bertujuan agar tidak membebani kaum muslimin dan mendorong mereka untuk meningkatkan produktivitas.  Standar kemampuan dalam perhitungan zakat pada seluruh aset ditentukan dengan besaran nishab yang beragam dalam kajian fikih klasik, yaitu 20 dinar atau 200 dirham atau 85 gram emas atau 5 sha’. Yang perlu diperhatikan adalah dalam kadar nishab ditentukan pada akhir tahun dengan ketentuan harga pasar.

Konsep Haul Zakat

Dalam pemikiran Islam, tahun Qamariyyah ( hijriyah) dijadikan sebagai standar minimum untuk pertumbuhan nilai aset, dengan demikian maka haul (satu tahun) merupakan titik awal dari suatu pertumbuhan. Karena itu, seorang  calon muzakki yang diwajibkan zakat harus melakukan penilaian atas harta yang dimiliki sesuai dengan nilai pasar setelah kepemilikannya melewati haul.

Prinsip ini ditegaskan oleh pernyataan pada ahli fikih Islam seperti pernyataan Imam Syafi’I : “Haul merupakan syarat mutlak dalam kewajiban zakat, apabila kurang dari haul walaupun sedikit, maka tidak ada kewajiban zakat.” Imam Malik menyatakan bahwa haul merupakan syarat kewajiban zakat pada barang selain tambang, harta karun, dan tanaman. Dengan demikian, zakat pertanian, perkebunan, barang tambang, dan harta karun dikecualikan dari prinsip ini.

Acuan besaran aset ditentukan pada akhir tahun, sedangkan kenaikan ataupun turunnya nilai aset keuangan yang dimiliki sebelum akhir tahun tidak menjadi hal yang menentukan. Adanya konsep haul akan mempermudah seseorang atau perusahaan untuk melihat secara jelas perkembangan nilai aset yang dimilikinya. Tidak kalah pentingnya adalah konsep ini menunjukkan bahwa seorang muslim hanya wajib membayar zakat satu kali dalam satu haul, tidak diperkenankan untuk membayar zakat dua kali atau lebih dalam satu haul ( no double charges dalam zakat )

Pendapat Para Ulama Mengenai Mendahulukan Pembayaran Zakat Sebelum Waktunya

Zakat harta seperti uang, emas dan perak serta barang dagangan, sebelum masuk haulnya (sebelum cukup setahun), dibolehkan menurut jumhur ulama. Hujjah jumhur dalam masalah ini adalah hadis yang dihasankan oleh Syekh al-Albani bahwa Nabi SAW mengizinkan Abbas bin Abdul Muththalib (paman Nabi Saw) untuk menyegarakan pembayaran zakat harta dua tahun lebih awal dari haulnya.

Dari ‘Ali, ia berkata,

أَنَّ الْعَبَّاسَ سَأَلَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فِى تَعْجِيلِ صَدَقَتِهِ قَبْلَ أَنْ تَحِلَّ فَرَخَّصَ لَهُ فِى ذَلِكَ

Al‘Abbas bertanya kepada Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bolehkah mendahulukan penunaian zakat sebelum mencapai haul. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan keringanan dalam hal itu. ”[1]

Pendapat jumhur ulama tentang kebolehan menyegerakan pembayaran zakat harta sebelum masuk haulnya berdasarkan hadis yang sahih, juga berdasarkan penguat bahwa haul sebagaimana yang dikatakan al-Khattabi bahwa disyaratkannya masuknya haul (genap setahun) hanyalah untuk meringankan bagi orang yang terkena wajib zakat harta, maka jika ia mengugurkan haknya (haulnya), maka gugurlah haknya (haulnya). Akan tetapi, tidak sepantasnya menyegerakan pembayaran zakat hartanya lebih dari dua tahun berdasarkan zhahir nya hadis Nabi Saw.[2]

Ibn Rusyd[3] menyebutkan bahwa Imam Abu Hanifah dan Imam Syafi’i membolehkan mengeluarkan zakat harta sebelum haulnya, berdasarkan hadis yang sama dihasankan oleh Syekh al-Albani bahwa Nabi SAW mengizinkan Abbas bin Abdul Muththalib (paman Nabi Saw) untuk menyegarakan pembayaran zakat harta dua tahun lebih awal dari haulnya.

Syekh Shalih al-Fauzan juga mengatakan :

Dibolehkan mengeluarkan zakat harta dua tahun lebih awal atau kurang dari itu sebelum genap haulnya sebagaimana hadis nabi Saw, bahwa nabi Saw menerima zakat harta Abbas ra untuk 2 (dua) tahun lebih awal dari waktunya (haulnya) sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud. Ini adalah pendapat jumhur ulama tentang kebolehan menyegerakan pembayaran zakat harta jika telah cukup nisabnya, baik zakat perternakan, pertanian, uang, emas dan perak atau barang dagangan.”[4]

Imam Ibn Baz rahimahullah (seorang ulama besar Saudi Arabia) mengatakan:

“Tidak mengapa menyegerakan pembayaran zakat harta sebelum cukup setahun (haulnya). Menyegerakan pembayaran zakat harta karena ada maslahat, maka tidak mengapa. Jika haulnya baru genap di bulan Syawal, namun seseorang ingin mengeluarkan zakat hartanya di bulan Ramadan, maka tidak mengapa karena ingin mendapatkan kemuliaan bulan Ramadan atau ia melihat kondisi fakir miskin yang sangat membutuhkan sebelum cukup setahun, maka ia menyegerakan pembayaran zakat untuk mereka (fakir dan miskin).”[5]

Dibolehkan pula menyegerakan pembayaran zakat harta sebelum genap setahun dan setelah cukup nisabnya, apalagi jika menyegerakannya karena melihat kemaslahatan bagi orang-orang fakir dan miskin, sebagaimana hadis Nabi Saw yang diriwayatkan oleh Ali ra bahwa Abbas ra (paman Nabi Saw) pernah bertanya kepada Nabi Saw tentang menyegerakan pembayaran zakat harta sebelum genap setahun, maka Nabi Saw membolehkannya.

Contoh aplikasi menyegerakan pembayaran zakat harta sebelum genap haulnya (setahun) sebagai berikut:

Seseorang yang mempunyai simpanan uang yang sudah cukup nisabnya (kadarnya) senilai 85 gram emas di bulan Muharam tahun 1442  H, maka ia boleh menyegerakan pembayaran zakat hartanya sebesar 2,5% kepada fakir miskin di bulan Ramadan tahun ini 1442 H. Sebenarnya ia berkewajiban mengeluarkan zakat hartanya jika cukup nisabnya di bulan Muharam tahun depan 1443 H jika sudah cukup haulnya (setahun), namun ia ingin menyegerakan pembayaran zakatnya ke fakir miskin khususnya tatkala fakir miskin tersebut sangat membutuhkan bantuan, maka ini dibolehkan.

Apalagi di saat pandemi wabah covid-19, yang mana banyak orang-orang yang sangat butuh bantuan, utamanya kaum fakir miskin. Alasan lain, boleh saja mendahulukan penunaian zakat sebelum mencapai haul jika terdapat sebab wajibnya asalkan telah mencapai nishab secara sempurna. Hal ini semisal dengan penunaian utang sebelum jatuh tempo atau penunaian kafarat  sumpah sebelum sumpah tersebut dibatalkan.

Wallahu a’lam bishhowab.

Sumber Referensi :

  • M. Nur Riyanto Al Arif. 2013. “Optimalisasi Peran Zakat dalam Perekonomian Umat Islam diIndonesia” Jurnal Ulul Albab Volume 14, No.1 Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
  • Dewan Syariah LAZIS Muhammadiyah, 2016. Pedoman Zakat Praktis. Yogyakarta : Suara Muhammadiyah.
  • Ronny Mahmuddin, dkk.2020. 2 “Spesialissue: Islamic Law Perspektiveon Covid-19” Jurnal Bustanul Fuqaha Bidang Hukum Islam ,Vol. 1, No. Website: https://journal.stiba.ac.id.
  • Didin Hafidhuddin,. 2002. Zakat Dalam Perekonomian Modern . Jakarta: Gema Insani Press.
  • Bin Baz, “Hukum Ta’jil Zakah wa Miqdaruha fil Mal wa Hukmu Ikhrajiha min gairil mal allazi wajabat fihi zakah https://binbaz.org.sa/fatwas/11229 . diakses pada 1 September 2020 pukul  09.32  WIB.
  • IslamWeb.net.“Hukum Ikhraj Ba’dhi Zakah Qabla Hulul Haul”. https://www.islamweb.net/ar/fatwa/113457. diakses pada 2 September 2020 pukul 10.21 WIB.
  • HPT Muhammadiyah cet. ke-3. Kitab Zakat : Yogyakarta . Suara Muhammadiyah. 2009.
  • Irwanuddin . 2018.”Dinamika Zakat dan Urgensinya dalam AlQur’an dan Hadis”. Jurnal Al Qardh, Nomor 5, Juli . UIN Alauddin Makassar.
  • Nawawi , 2012 .“Hukum  Membayar Zakat dan Pajak Bagi Umat Islam diIndonesia” Jurnal Ekonomi Islam Al-Infaq, Vol. 3 No. 2, September. Program Studi Ekonomi Syari’ah FAI-UIKA Bogor.
  • Pimpinan Pusat Muhammadiyah Yogyakarta, Al-Amwaal Fiil Islaam Fungsi Harta Menurut Ajaran Islam, Yogyakarta: Penerbit Persatuan Yogyakarta, t.t.
  • Ibnu Rusyd, (1995). Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah  al-Muqtasid. Beirut: Dar Ibnu Hazm.
  • Ma’rifah Saifullah . 2019. “Konsep Amwal  dalam Buku Zakat Kita Perspektif Muhammadiyah”, Risalah Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah Yogyakarta.

[1] HR. Abu Dawud no. 1624, Tirmidzi no. 678, Ibnu Majah no. 1795 dan Ahmad 1: 104. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.

[2] https://www.islamweb.net/ar/fatwa/113457. diakses pada 2 September 2020 pukul 10.21 WIB

[3] Ibnu Rusyd, Bidayah al-Mujtahid wa nihayah al-Muqtasid,  (Beirut: Dar Ibnu Hazm, 1995), II:538.

[4] Shalih al-Fauzan, Al-Mulakhkhas al-Fiqhi (Iskandariah: Dar al-Aqidah, 2009),.I: 260  dalam Ronny Mahmuddin, dkk . Jurnal Bustanul Fuqaha Bidang Hukum Islam ,Vol. 1, No. 2 tahun 2020 “Spesialissue: Islamic Law Perspektiveon Covid-19”: hlm. 125-136 .Website: https://journal.stiba.ac.id.

[5] Bin Baz, “Hukum Ta’jil Zakah wa Miqdaruha fil Mal wa Hukmu Ikhrajiha min gairil mal allazi wajabat fihi zakah” Situs resmi syekh  Bin Baz . https://binbaz.org.sa/fatwas/11229. dalam Ronny Mahmuddin, dkk . Jurnal Bustanul Fuqaha Bidang Hukum Islam ,Vol. 1, No. 2 tahun 2020 “Spesialissue: Islamic Law Perspektiveon Covid-19” : hlm. 125-136.Website: https://journal.stiba.ac.id. diakses pada 1 September  2020 pukul 09.32 WIB.