GERAKAN FUNDRAISING TERINTEGRASI TEHNOLOGI

GERAKAN FUNDRAISING TERINTEGRASI TEHNOLOGI

Gagasan ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis dan tim fundraising dalam andilnya membantu penggalangan dana pembangunan masjid at-taqwa patemon yang menghabiskan dana hingga dua setengah miliyar lebih.

Gerakan ini diawali dari sebuah konsep bahwasanya “seorang tidak akan bersedekah jika tidak tahu apa yang disedekahi”, demikian halnya masjid at-taqwa patemon tidak akan memperoleh dana infaq pembangunan masjid, jika para dermawan tidak tahu masjid at-taqwa patemon sedang direnovasi. Jadi konsep awalnya adalah memberi tahu bahwa ada objek tempat untuk disedekahi.

Menjadi persoalan bagaimana kita bisa memberi tahu para dermawan sebanyak itu, sedangkan SDM yang dimiliki hanya segelintir orang saja. Tentu saja gerakan mengetuk pintu rumah per rumah adalah cara konvensional dan tidak efektif, iya kalo kita datang kemudian dermawan mau bersedekah, kalo tidak? Iya kalo hanya tidak bersedekah, kalo diusir? Disinilah peran teknologi bekerja, penulis fikir media sosial pada umumnya, serta whatsapp pada khususnya sudah menjadi bagian tak terlepaskan dengan kehidupan abad ini, sehingga melalui media sosial, lebih spesifik whatsapp kita mampu memberi tahu para donator terkait objek sedekah.

Melalui whatsapp kita mampu mengirimkan broadcast ke para pengguna whatsapp terkait program lazismu serta ajakan berinfaq, zakat, dan sedekah. Tidak semua nomor kita broadcast pesan ajakan bersedakah melalui lazis, itu hanya akan dianggap sebagai spam dan diabaikan oleh para penerima pesan.

Sehingga harus jelas sasaran pesan tersebut kepada siapa. Perlu adanya database siapa saja sasaran objek pesan tersebut, setidaknya para calon dermawan yang menerima adalah kader muhammadiyah, warga muhammadiyah, serta simpatisan muhammadiyah. Dari sasaran tersebut dapatlah kita mengajak bersedekah dengan narasi yang mengatasnamakan muhammadiyah. Dan ketika sudah bergerak kesasaran yang lebih umum, sebaiknya ajakan bersedekah menggunakan narasi yang lebih umum, karena tidak semua orang simpatik ketika nama muhammadiyah dicantumkan.

Penyusunan database dapat dilakukan melalui jejaring, misal guru-guru sekolah sekabupaten kudus, atau jika memiliki jejaring kepada kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) yang berafiliasi kemuhammadiyah menjadi sasaran yang sangat efektif. Penulis fikir ketika para eksekutif Lazismu mampu memaksimalkan jejaringnya itu akan sangat luar biasa.

Menjadi hal yang penting diketahui adalah terkait waktu untuk mengirim broadcast, karena itu dapat mempengaruhi psikologis para calon dermawan, waktu mengirim pesan broadcast jangan sampai disaat para calon dermawan kekurangan uang (tanggal tua), dan jangan mengirim broadcast di jam-jam kerja yang sibuk, para calon dermawan akan merasa lebih ringan untuk bersedakah ketika jam-jam tahajud hingga setelah subuh, hal ini patut menjadi perhatian. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah nomor pengirim broadcast.

pengirim broadcast harus jelas, tidak boleh ganti-ganti nomor, dan mampu memberikan jawaban-jawaban yang memuaskan bagi calon dermawan, sehingga tim fundraising memposisikan diri sebagai costumer service yang ramah.

Demikian gagasan ini tulis, harapannya Lazismu Kudus lebih kuat dalam penghimpunan ZISKA (zakat, infaq, shodaqah, dana kemanusiaan) serta semakin progresif dalam kontribusinya untuk ummat.

LAZISMU Memberi untuk Negeri!!!
Penulis Penerima Beasiswa Sang Surya Lazismu Kudus
Dimas Ghulam Istiqlal

TAHUN INI, LAZISMU KUDUS TARGETKAN 10 RIBU PAKET SEMBAKO

TAHUN INI, LAZISMU KUDUS TARGETKAN 10 RIBU PAKET SEMBAKO

Ramadhan adalah bulan suci yang penuh berkah, di dalamnya terdapat energi positif untuk meningkatkan spiritual umat dalam melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan ibadah, sehingga menjadi momen bagi siapapun untuk berlomba mendapat keberkahan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Keberkahan Ramadhan digunakan oleh mayoritas kaum muslimin untuk berbondong-bondong menunaikan zakat, infak, dan shadaqah (ZIS) agar mendapatkan kesucian yang sempurna. Dengan demikian momentum Ramadhan menjadi penting bagi Lazismu untuk mengumpulkan dan menyalurkan dana program ZIS kepada yang berhak menerimanya dalam rangka peningkatan pemberdayaan umat yang berkelanjutan.

Pada momen Ramadhan 1442 H inilah saatnya memaksimalkan penghimpunan zakat, infak, dan shadaqah untuk pemberdayaan umat agar masyarakat bangkit dari berbagai keterpurukan yang sedang melanda Indonesia. Hal ini selaras dengan tema Ramadhan kali ini yaitu “Zakat Bangkitkan Indonesia”. Zakat yang memiliki dimensi ekonomi, sosial dakwah, pendidikan, kesehatan, kemanusiaan, dan lingkungan sangat strategis perannya untuk mengisi ruang kosong yang belum terisi oleh program-program pemerintah dalam rangka untuk membangkitkan semangat umat keluar dari belenggu pandemi yang mengakibatkan melemahnya sektor strategis.

Ketua Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D. menyebut bahwa salah satu latar belakang diambilnya tema tersebut adalah kondisi psikologi, sosial, dan ekonomi bangsa Indonesia. Menurutnya, satu tahun terakhir Indonesia mengalami penurunan akibat pandemi dengan dampaknya yang begitu luas.

Ia melihat bahwa pada Ramadhan tahun lalu, hampir semua kalangan diliputi oleh rasa ketakutan dan kekhawatiran. Hilman berharap pada bulan Ramadhan tahun ini, masyarakat bisa bangkit dan menghadapi pandemi dengan rasa optimis. Selain itu, ia juga berharap dampak sosial ekonomi akibat pandemi bisa diatasi melalui bulan Ramadhan. 

“Kita gelorakan infak, kita bantu kelompok-kelompok masyarakat yang terdampak. Dan mudah-mudahan dengan semangat baru itu kita bisa bangkitkan Indonesia. Kita tunjukkan pada dunia bahwa umat Islam melalui Ramadhan bisa membangun kebersamaan yang kuat,” ujar Hilman. Ia mengajak seluruh komponen bangsa untuk membangun rasa solidaritas yang kuat, rasa gotong royong, ekspresi taawun yang bisa dilakukan secara kolektif. Zakat tidak hanya merupakan ekspresi kesalehan individual, namun juga bentuk kepedulian sosial.

Sementara itu, menurut Edi Muktiono, Direktur Penghimpunan Lazismu Pusat, Lazismu di Bulan Ramadhan memiliki 3 program utama. Yaitu Kado Ramadhan, Back to Masjid, dan Pemberdayaan Ekonomi. Kado Ramadhan memiliki beberapa kegiatan turunan, antara lain Sebar Takjil, Santunan Yatim, Santunan Lansia, Santunan Muallaf, Bakti Guru, Lebaran Mengabdi, Da’i Mengabdi, Paket Sembako, serta penyaluran zakat fitrah dan fidyah.

Program karitas di atas bertujuan untuk memberikan semangat kepada para penerima manfaat agar tetap optimis dalam menatap masa depan. Edi berharap kegiatan di atas bisa memberikan rasa optimisme dalam menyambut Bulan Ramadhan.

“Back to Masjid memiliki beberapa kegiatan yang dilakukan, yaitu bersih-bersih masjid, memberikan bantuan kepada masjid, pengeras suara, dan perbaikan minor. Itu adalah upaya meningkatkan peran strategis masjid,” papar Edi. Edi berharap program Pemberdayaan Ekonomi dapat membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha dan menggerakkan roda ekonomi keluarga. Menurutnya, banyak keluarga yang terdampak pandemi. Oleh karena itu, Lazismu berusaha untuk memberikan bantuan modal usaha. “Mudah-mudahan program ini dapat bermanfaat untuk banyak orang,”  harapnya.

Lazismu juga membuka kerjasama kemitraan dalam program Ramadhan 1442 H kali ini. Kerjasama yang ditawarkan dengan pihak mitra berupa pembiayaan kegiatan ataupun bantuan produk, serta mengkampanyekan program ini kepada masyarakat luas melalui berbagai macam media, baik yang dimiliki oleh Lazismu maupun pihak mitra.

Target penerima manfaat yang utama adalah masyarakat yang terdampak Covid 19. Hal ini sejalan dengan tujuan program Ramadhan 1442 H, yaitu menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum perwujudan akhlak mulia dengan berzakat, infak, dan shadaqah yang dapat memberdayakan serta mengangkat harkat martabat saudara kita yang masih dalam garis kemiskinan/tidak mampu.

KETUA PP MUHAMMADIYAH RESMIKAN 5 RS MUHAMMADIYAH AISYIYAH DI JAWA TENGAH

KETUA PP MUHAMMADIYAH RESMIKAN 5 RS MUHAMMADIYAH AISYIYAH DI JAWA TENGAH

Demak – Peresmian RS Hj Fatimah Sulhan yang diselenggarakan pada Sabtu (10/4) oleh Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Natsir dihadiri beberapa tamu penting baik secara luring maupun virtual. Acara dihadiri oleh berbagai tamu  undangan baik secara virtual maupun secara langsung. Tamu undangan yang terdiri dari Ketua PWM Jawa Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Demak, ketua PDM Demak, jajaran forkopimda, dan DEWAS BPJS Kesehatan Kab Demak.

Hadir pula melalui via virtual zoom Ketua PP Muhammadiyah, Gubernur Jawa Tengah, Ketua PDM PDA se-Jateng, serta Rektor PTM se Jawa Tengah. Meski melalui virtual, acara tetap berlangsung dengan lancar dan khitmad. Diresmikan langsung oleh Ketua umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. KH Haedar Nasir, M.S.I

Selain RS Hj Fatimah Sulhan PKU Demak ada empat Rumah Sakit di Jawa Tengah yang diresmikan di hari yang sama diantaranya RS PKU Muhammadiyah Wonogiri, RS PKU Muhammadiyah Bobotsari Purbalingga, RS PKU Muhammadiyah Pedan Klaten, dan RS Aisyiyah Jepara.

RS Hj Fatimah Sulhan berdiri di atas atas seluas 1500 m² dengan total ruang 100 ruang, meliputi kamar inap, icu, spesialis, IGD. Rumah sakit dengan visi nya menjadi rumah sakit terpercaya, kualitas pelayanan yang profesional, islam, bermutu, dan terjangkau. Santun melayani, ikhlas berbagi, mengharap ridho ilahi. “Adanya visi dan motto ini, diharapkan kita kedepannya bisa melayani pasien dengan lebih baik, dengan tenaga-tenaga medis yang kita miliki secara profesional,” ujar Budi Istriawan, direktur RS Hj Fatimah Sulhan PKU Muhammadiyah Demak.

Diberi nama Hj Fatimah Sulhan ini diambil dari nama orang tua pewakif Sunaryo. “dengan pemberian nama ini, wujud penghormatan dengan spirit beramal yang diharapkan sebagai motivator untuk beramal sholih,” ujar Fuad Alhamidy, Wakil PDM Kabupaten Demak. Acara peresmian ini juga dihadiri Ketua PWM Jawa Tengah, Tafsir. Dalam sambutannya beliau mengucapkan selamat dan berharap rumah sakit akan semakin membawa kebermanfaatan untuk umat dan meningkatkan kualitas kesehatan di masyarakat.

Di kesempatan ini pun, saat meresmikan melalui virtual, Prof. Dr. KH Haedar Nasir, M.S.I memberikan petuah bahwa “muhammadiyah telah Membangun kesejahteraan umat dan bangsa melalui amal usaha muhammadiyah baik dari kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi. Amal usaha muhammadiyah ini muncul atas adanya spirit almaun yang diplopori oleh KH Ahmad Dahlan. Kehadiran muhammadiyah membawa islam yang berkemajuan bukan hanya melalui pembaharuan pemikiran Keislaman. Tetapi melakukan usaha perubahan kearah kemajuan melalui berbagai macam gerakan sosial yang dpt dirasakan langsung oleh masyarakat.

Muhammadiyah dan Aisyiyah Ingin dan terus berkomitmen untuk menghadirkan amaliyah yg membangun peradaban berkemajuan bagi umat islam dan bangsa indo. Untuk itu peresmian ini harus menjadi pemicu dan usaha kita untuk terus berkesinambungan dan berkiprah memajukan umat dan bangsa bahkan mencerahkan semesta.Kehadiran amal usaha yang berkemajuan menjadi pemicu berkemajuan nya ikatan.”, ujarnya. by NN imm

SECERCAH CAHAYA BUMI NUSANTARA

SECERCAH CAHAYA BUMI NUSANTARA

“Inna ad-dina I’nda Allahi al-islam” (sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah adalah Islam)

Dalam surat ke 3 Ali-imran ayat ke 19 yang dikutip diatas menyatakan bahwasanya islam adalah agama yang sempurna, kesempurnaanya terletak pada kemampuan islam dalam mengubah kebobrokan suatu umat menjadi umat yang terbaik, umat yang khoiru ummah, umat yang bermartabat, beradab, adil, dan makmur sebagaimana nabi Muhammad lakukan kepada bangsa Arab yang waktu itu jahiliyah.

Tindakan islam yang mentransformasi atau membawa perubahan kearah kebaikan inilah yang menjadikan islam sebagaimana agama yang mencerahkan (At-Tanwir). Jauh setelah apa yang diperjuangkan nabi Muhammad itu, tokoh nun jauh dari negeri Arab pun mentauladani serta ikut melakukan gerakan pencerahan ini, yaitu K.H. Akhmad Dahlan di Nusantara, beliau melakukan transformasi keadaan umat masa itu yang mana terjajah dan sengsara hidupnya.

K.H. Akhmad Dahlan mengaktualisasikan gerakan pencerahan melalui komitmen kuatnya dalam rangka menghadirkan serta membumikan islam kepada masyarakat, dengan mendirikan sekolah sebagai tempat menimba ilmu, mendirikan panti asuhan sebagai tempat menampung anak-anak yatim, mendirikan rumah sakit sebagai tempat pengobatan umat.

K.H. Akhmad Dahlan mendirikan sebuah organisasi yang memudahkan langkah perjuangannya, nama organisasi tersebut memiliki nama yang dinisbatkan kepada tokoh terbaik sepanjang peradaban manusia, nama organisasi tersebut adalah Muhammadiyah, beliau berharap dengan mendirikan Muhammadiyah mampu dijadikan sebagai alat perjuangan dalam mencapai cita-citanya yaitu memerdekan umat dari penjajahan dan keterjajahan, mencerdaskan umat dari kebodohan dan pembodohan, membebaskan kemiskinan dan pemiskinan, melepaskan umat dari ketergantungan dan apa yang membuatnya bergantung, sehingga muara akhir dari cita-cita ini adalah terwujudnya masyarakat islam yang sebenar-benarnya.

Ketika berbicara mengenai Muhammadiyah maka erat kaitannya dengan Negara kesatuan republik Indonesia, Muhammadiyah adalah salah satu organisasi terbesar di Indonesia, organisasi yang ruang lingkupnya tidak hanya lokal, nasional, tetapi mencakup pula internasional.

Muhammadiyah sebagai organisasi yang memiliki usia lebih tua dari NKRI tidak diragukan lagi kebermanfaatannya untuk umat, bagaimana kontribusinya dalam bidang keagamaan yang mampu menuntun umat menuju islam yang rahmatan lil ‘alaimin, yang dalam bidang pendidikan mampu mendirikan sekolah dari tingkatan PAUD hingga Perguruan Tinggi, dalam bidang dakwah kesehatan Muhammadiyah mampu mendirikan banyak rumah sakit di penjuru negeri, hingga bidang ekonomi muhammadiyah mampu menggerak ekonomi umat melalui lazismu, toko Qta, WarungMU dan SPBU, itu semua jelas merupakan langkah konkrit Muhammadiyah dalam rangka menegakan dan meneguhkan dakwah pencerahan di bumi nusantara bahkan semesta.

Penulis : Dimas Ghulam Istiqlal – Mahasiswa UNNES penerima manfaat beasiswa sang surya.

IMM ADZ DZIKR & LAZISMU  GELAR BANSOS SEMARAKKAN MILAD IMM 57

IMM ADZ DZIKR & LAZISMU GELAR BANSOS SEMARAKKAN MILAD IMM 57

Kudus – Dalam rangka menyemarakkan milad IMM yang ke-57. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Adz-Dzikr IAIN Kudus mengadakan bantuan sosial kepada masyarakat di dusun Ngaringan, yang berkolaborasi dengan LazisMU Kudus, Sabtu (27/03/2021).

Kegiatan ini merupakan salah satu agenda milad IMM yang diikuti oleh seluruh anggota IMM Adz-Dzikr IAIN Kudus baik dari pimpinan dan juga kader, serta perwakilan dari pihak LazisMU Kudus. Tercatat ada 30 orang yang ikut berpartisipasi dalam acara ini.

Selain itu, kegiatan ini menjadikan sarana bagi IMM Adz-Dzikr IAIN Kudus untuk bersinergi secara positif dan peduli terhadap sesama. Diharapkan dengan adanya acara ini mampu menggugah semangat bagi kawan-kawan kader untuk terus ber IMM dan mampu membawa nama IMM lebih baik dari tahun ke tahun.

Menurut Ketua Umum IMM Adz-Dzikr IAIN Kudus, Rofitrasari “ Bansos kemarin memang sengaja di adakan tepat dengan semarak milad IMM ke 57. Bukan tanpa alasan, Membumikan Gagasan Membangun Peradaban yang menjadi tema besar milad IMM kali ini coba kami refleksikan melalui bansos tersebut. Harapannya dengan diadakan bansos ini dapat menggugah jiwa-jiwa anak muda untuk dapat lebih berempati terhadap kondisi sosial di sekitarnya, sekaligus sebagai bentuk pengamalan dari nilai-nilai trilogi IMM, salah satunya ke-masyarakatan. Sehingga trilogi IMM tidak hanya menjadi gagasan-gagasan berdebu yang tak kunjung di implementasikan”  ujarnya.

Pada milad kali ini DPP IMM mengusung tema Membumikan Gagasan Membangun Peradaban, menurut Ketua Cabang IMM Kudus, Ahmad Sofyan dalam sambutan pembukaan acara milad IMM “ Tema yang di angkat oleh DPP IMM merupakan wujud aktualisasi, harapanya kader-kader IMM di seluruh Indonesia, mampu mewujudkan nilai-nilai yang telah dipelajarai di IMM, dan untuk tataran komisariat ini menjadi suatu proses pembelajaran yang sangat panjang, kita belajar mulai dari Masta, DAD kemudian ada RTl dan lain-lain. Itulah waktu yang perlu dimanfaatkan teman-terman kader dan komisariat”.

Dan juga ia berpesan untuk kader-kader IMM Kudus, teruslah kembangkan ilmu yang telah kalian dapatkan, semoga dengan ilmu yang telah kalian cari di IMM dan masyarakat umum, dapat di aktualisasikan ketika kita sudah lulus dari IMM artinya kita harus siap menghadapi era baru yaitu era dalam mengahadapi masyarakat.

Salah seorang panitia, Agus Jayanto selaku koordinator bansos mengatakan, Alhamdulillah dalam agenda ini, kami mendapatkan dana sebesar Rp. 1.000.000, dari pihak LAZISMU Kudus yang kemudian di belikan sembako untuk dibagikan kepada masyarakat di dusun Ngaringan. Tercatat ada sekitar 20 orang yang menerima bantuan sosial ini, dengan estimasi dana sekitar Rp. 50.000,00 per-orang.

Dan kami selaku panitia, mengucapkan trimakasih kepada seluruh pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam acara ini, baik dari IMM Adz-Dzikr, LAZISMU Kudus dan segenap pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Semoga dengan adanya milad IMM yang ke 57 ini kader-kader IMM khususnya Adz Dzikr IAIN Kudus mampu mengambil peran perubahan dalam pembangunan peradaban baik dalam ranah mahasiswa dan masyarakat sekitar. 

Billahifisabililhaq fastabiqul khoirot,

Oleh : Miftakhul Himawan (Ketua Bidang RPK IMM Adz Dzikr IAIN Kudus)

PP Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1442 H jatuh pada hari Selasa 13 April 2021 M

PP Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1442 H jatuh pada hari Selasa 13 April 2021 M

Yogyakarta – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetakan kapan 1 Ramadhan 1442 H atau awal Puasa Bulan Ramadhan 2021 M. Menurut PP Muhammadiyah, 1 Ramadhan jatuh pada hari Selasa Wage, 13 April 2021 M. Hal ini sesuai dengan Maklumat Pimpinan Pusat Muhamamdiyah Nomor 01/MLM/I.0/E/2021 Tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1442 H.

Dalam maklumat tersebut PP Muhammadiyah menyebutkan penetapan tanggal 1 Ramadhan berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Ijtimak jelang Ramadan 1442 H terjadi pada hari Senin Pon, 12 April 2021 M pukul 09:33:59 WIB.

Sedangkan tinggi Bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta ( f = -07 derajat 48 derajat (LS) dan f = 110 derajat 21derajat BT ) = +03 derajat 44 derajat 38 derajat (hilal sudah wujud), dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam Matahari itu Bulan berada di atas ufuk.

https://muhammadiyah.or.id/download/?wpdmc=maklumat

Pedoman Hisab Sumber : http://tarjih.muhammadiyah.or.id/muhfile/tarjih/download/pedoman_hisab_muhammadiyah.pdf

Sukses Muktamar Ikatan Pelajar Muktamar Ke XXII

Sukses Muktamar Ikatan Pelajar Muktamar Ke XXII

Selamat & Sukses MUKTAMAR KE 22 Beyond The Limit, Reframe The Future Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah sendiri akan berlangsung di Jawa Tengah tepatnya di Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Acara besar tersebut akan berlangsung sejak hari ini Kamis 25 Maret 2021-28 Maret 2021. Karena Muktamar XXII IPM ini terselenggara dalam kondisi pandemi Covid-19. Virus yang tidak bisa dianggap sepele dan akan menjadi sejarah penting untuk acara penting termasuk Muktamar.

Hal yang demikian menggambarkan komitmen IPM sebagai bagian dari Muhammadiyah yang juga turut mengupayakan dalam penanganan Covid-19.

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1442 H KAB KUDUS & SEKITARNYA

JADWAL IMSAKIYAH RAMADHAN 1442 H KAB KUDUS & SEKITARNYA

Ramadhan 1442 H semakin dekat, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, setiap jelang Ramadhan, Lazismu kudus menyediakan jadwal imsakiyah untuk masyarakat kudus dan sekitarnya.

Kab Kudus konversi (-2 menit)


Bagi yang berminat mendapatkan jadwal imsakiyah Ramadhan tahun ini di seluruh Indonesia dapat mengunduhnya melaui link dibawah ini:

Aceh – Banda Aceh imsakiyah_1442H_BANDA-ACEH

Sumatera Utara – Medan imsakiyah_1442H_MEDAN

Sumatra Barat – Padang imsakiyah_1442H_PADANG

Riau – Pekanbaru imsakiyah_1442H_PEKANBARU

Jambi imsakiyah_1442H_JAMBI

Sumatra Selatan – Palembang imsakiyah_1442H_PALEMBANG

Bengkulu imsakiyah_1442H_BENGKULU

Lampung – Bandar Lampung imsakiyah_1442H_BANDARLAMPUNG

Kepulauan Bangka Belitung – Pangkalpinang imsakiyah_1442H_PANGKAL-PINANG

Kepulauan Riau – Tanjungpinang imsakiyah_1442H_TANJUNG-PINANG

Banten – Serang imsakiyah_1442H_SERANG-BANTEN

DKI Jakarta imsakiyah_1442H_DKI JAKARTA

Jawa Barat – Bandung imsakiyah_1442H_BANDUNG

Jawa Tengah – Semarang imsakiyah_1442H_SEMARANG

DIY – Yogyakarta imsakiyah_1442H_YOGYAKARTA

Jawa Timur – Surabaya imsakiyah_1442H_SURABAYA

Bali – Denpasar imsakiyah_1442H_DENPASAR

Nusa Tenggara Barat – Mataram imsakiyah_1442H_MATARAM

Nusa Tenggara Timur – Kupang imsakiyah_1442H_KUPANG

Kalimantan Barat – Pontianak imsakiyah_1442H_PONTIANAK

Kalimantan Tengah – Palangka Raya imsakiyah_1442H_PALANGKARAYA

Kalimantan Selatan – Banjarmasin imsakiyah_1442H_BANJARMASIN

Kalimantan Timur – Samarinda imsakiyah_1442H_SAMARINDA

Kalimantan Utara – Tanjung Selor imsakiyah_1442H_TANJUNGSELOR

Sulawesi Utara – Manado imsakiyah_1442H_MANADO

Sulawesi Tengah – Palu imsakiyah_1442H_PALU

Sulawesi Selatan – Makassar imsakiyah_1442H_MAKASSAR

Sulawesi Tenggara – Kendari imsakiyah_1442H_KENDARI

Gorontalo imsakiyah_1442H_GORONTALO

Sulawesi Barat – Mamuju imsakiyah_1442H_MAMUJU-SULBAR

Maluku – Ambon imsakiyah_1442H_AMBON

Maluku Utara – Ternate imsakiyah_1442H_TERNATE

Papua Barat – Manokwari imsakiyah_1442H_MANOKWARI

Papua – Mimika imsakiyah_1442H_MIMIKA-PATENG

Papua – Jayapura imsakiyah_1442H_JAYAPURA

MDMC KUDUS BERSAMA RANTING PAPRINGAN SIAPKAN RELAWAN TANGGUH  BENCANA

MDMC KUDUS BERSAMA RANTING PAPRINGAN SIAPKAN RELAWAN TANGGUH BENCANA

Kudus – Gladi tangguh relawan Muhammadiyah dan pembentukan team relawan Benteng Kulon Desa Papringan yang berlangsung di desa Papringan kec. Kaliwungu.

Pada kesempatan ini Kalakhar BPBD Kab. Kudus Budi Waluyo turut hadir dan memberikan semangat kepada relawan, dengan diadakan gladi relawan ini diharapkan anggota relawan bisa menjadi team relawan yang tangguh tanggap dan tangkas dalam satu misi untuk membantu kemanusiaan.

Materi dari Ka Lakhar BPBD Kudus

“Sebelum kita menolong, relawan harus mempunyai kapasitas yang mumpuni sehingga tidak menambah korban. Dan Kami dari BPBD Kab. Kudus Berterima kasih yang setinggi tingginya kepada relawan yang selama ini sudah mensupport dan membantu BPBD dalam penanganan bencana,” kata Budi Waluyo.

Menurut Edi Bambang, Ketua PRM Papringan menyampaikan keikutsertaan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) PRM Papringan dalam pelatihan tersebut diharapkan mampu menjadi kader persyarikatan di bidang penanggulangan bencana yang handal

Menghadirkan pemateri dari MDMC Kudus Satriyo Yudo, Fathul Faruq Ketua Bidang Diklat MDMC Jateng dan Ka Lakhar BPBD Kudus Budi Waluyo, Gladi Relawan Muhammadiyah diikuti 48 Angkatan Muda Muhammadiyah Papringan. (sumber liputan kudus)

Relawan Muhammadiyah Selesaikan 1250 Hunian Darurat Untuk Penyintas Gempa Sulbar

Relawan Muhammadiyah Selesaikan 1250 Hunian Darurat Untuk Penyintas Gempa Sulbar

Sulawesi Barat. Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah, Budi Setiawan melaksanakan kunjungan ke Sulawesi Barat tepatnya di Majene dan Mamuju, sejak Kamis (18/03/2021). Dalam kunjungan tersebut, Budi Setiawan melaksanakan silaturahmi dan penyerahan hunian darurat kepada warga penyintas gempa di Majene.

Seperti diketahui pasca berakhirnya masa tanggap darurat gempa di Sulawesi Barat tanggal 4 Februari 2021 silam, MDMC terus hadir mendampingi warga melanjutkan program-program di masa pemulihan. Program-program itu yaitu pembuatan hunian sementara (huntara) dan hunian darurat (hundar). Untuk huntara, MDMC dengan pendanaan dari Lazismu sudah membangun 10 unit kepada warga penerima manfaat di Kabupaten Mamuju dan Majene.

Sepuluh huntara tersebut diserahkan secara simbolis oleh Budi Setiawan kepada salah satu warga penerima bernama Darwis, warga dusun Deking, desa Lombong, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene. Sedangkan hundar, MDMC didukung oleh Solidar Suisse, sebuah NGO asal Swiss sudah selesai membangun hundar dan menyerahkannya kepada warga penyintas di Kabupaten Majene. Budi Setiawan saat dihubungi mengungkapkan rasa syukurnya atas penyelesaian pembangunan hundar tersebut.

“Alhamdulillah kami dari MDMC bekerja sama dengan Solidar Suisse menyampaikan penyerahan hundar, hunian darurat. Tentu saja sebagai hunian darurat ada ketidaknyamanan, tetapi alhamdulillah bahwa hundar yang kami serahkan sesuai dengan standar internasional dalam arti luas dan tinggi tenda harus memenuhi standar,” katanya. Budi Setiawan menambahkan hal tersebut membuat masyarakat juga mengerti bahwa dalam kondisi darurat pun ada standar-standar yang harus dipenuhi.

“Kami juga akan memberikan sedikit kelengkapan hundar tersebut antara lain selimut dan alas tidur. Juga kami akan kirim logistik terutama air karena kebutuhan air itu tidak bisa dihindari, nanti kami kirim galon per galon,” imbuhnya. Dalam kunjungan tersebut, Budi Setiawan juga menyampaikan kesyukurannya karena masyarakat menyambut baik. “Kami datang kemarin (Kamis, 18/03/2021) di sebuah dusun yang disitu ada 20 hundar dari yang kami serahkan sebanyak 1250 di Kecamatan Ulumanda dan Malunda.

Kami bersyukur masyarakat juga bisa mendesain tenda-tenda itu menjadi nyaman dan bersih, membuat masyarakat dan kami sangat senang,” pungkasnya. Pembangunan hunian darurat oleh MDMC yang didukung oleh Solidar Suisse itu juga melibatkan puluhan relawan lokal dari Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

Dari Sulawesi Selatan ada beberapa personil MDMC dari Kokam Sulawesi Selatan dibawah komando Hasanudin Wiratama. Hasanudin mengatakan partisipasi warga dalam pembangunan hundar sangat membantu. “Salah satu keberhasilan pelaksanaan pembangunan hunian ini adalah atas partisipasi dan gotong royong dari masyarakat, sehingga total 902 hunian di 11 desa di Kecamatan Malunda dapat berjalan lancar,” ungkapnya.

Program-program MDMC terkait rehabilitasi dan rekonstruksi di masa pemulihan gempa Sulawesi Barat masih akan berlanjut dengan rencana pembangunan hunian sementara bagi warga penyintas dengan dukungan dana dari Lazismu. Direncanakan akan dibangun huntara sebanyak total 100 unit bagi warga penyintas yang datanya masih dalam proses validasi. (sumber : Berita MDMC).