Gerakan 1000 paket School Kit untuk Brebes

Gerakan 1000 paket School Kit untuk Brebes

Hampir dua pekan sejak banjir di Kecamatan Losari, Brebes, kegiatan belajar mengajar (KBM) berangsur normal. Kendati, sarana belajar, seperti seragam dan tas mereka masih kotor bahkan hilang.
Banyak peserta didik yang tidak mengenakan seragam saat mereka bersekolah. Meski demikian mereka tampak bersemangat menerima pelajaran yang diberikan oleh guru.

 

Salah satunya di SD Negeri Bojongsari 1 Kecamatan Losari. Selasa pagi 6 Maret 2018, para peserta didik memang sudah berangkat ke sekolah, namun mereka masih membersihkan peralatan. Ada sebagian yang sudah menerima pelajaran meski harus menggunakan pakaian bebas.

Salah satu siswi, Khazna, yang duduk di kelas IV mengatakan, seragam dan sepatunya hanyut terbawa arus banjir kemarin. “Buku dan alat sekolah juga basah semua,” katanya.

Gerakan 1000 School Kit untuk Brebes ini diwujudkan dalam bentuk Paket Donasi Special School Kit seharga Rp. 100.000,- per paket, dengan waktu penggalangan donasi pada 1 – 30 Maret 2018. Donasi dapat disalurkan melalui rekening Bank BNI Syariah 515.1111.203 a.n. LazisMu Kudus.

“Konfirmasi donasi dapat dilakukan melalui SMS/WA dengan format #tanggal #nama #jumlah donasi ke nomor 081390359827 (LATIF) atau 0878 3161 2057 (ROWI). Untuk distribusi bantuan school kit ini kami bekerjasama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) JAWA TENGAH.

Mari kita bantu anak-anak terdampak banjir dan longsor di Brebes untuk melanjutkan pendidikannya. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua.

Ketua PWM Jateng Buka Sekolah Perdana Amil Lazismu

Ketua PWM Jateng Buka Sekolah Perdana Amil Lazismu

“Dengan mengucap Bismillahirrohmanirrohim sekolah Amil Lazismu saya nyatakan dibuka”. Demikian bunyi pernyataan yang di sampaikan oleh ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Drs. H. Tafsir, M.Ag, usai menyampaikan pidato pembukaan kelas perdana Sekolah Amil Lazismu Jateng, di Hotel Candi Indah, (27/02).

Dalam pidatonya Tafsir menyampaikan apresiasinya kepada Lazismu atas terselenggaranya sekolah amil, juga 0kepada peserta kelas perdana sekolah amil Lazismu. Dia berharap amil yang telah lulus menjadi contoh bagi amil generasi berikutnya. Dia juga berharap agar Sekolah Amil di Jawa Tengah di jadikan program nasional dimana pendidikan amil di pusatkan di Jawa Tengah. Pihaknya sudah menyediakan tempat di lantai 5 gedung dakwah PWM apabila di kehendaki untuk di jadikan kelas khusus sekolah amil.

Pimpinan pusat Lazismu juga menghadiri acara pembukaan Sekolah Amil tersebut. Di wakili oleh direktur Pendidikan & Pelatihan SDM, Tatang Ruhiyat. Pendidikan untuk amil menjadi satu kebutuhan yang mendesak dan harus di selenggarakan guna memberikan bekal ketrampilan bagi amil-amil di Lazismu, yang jumlahnya mencapai 1300 orang di seluruh Indonesia.

Dia menilai Jawa Tengah menjadi lokasi yang tepat untuk menjadi pusat pelatihan amil seluruh Indonesia, karena selain posisinya relatif mudah di jangkau, Jawa Tengah di dukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas. Dia mencontohkan di Jawa Tengah sudah ada amil profesional bersertifikat accesor, ada trainer nasional, ada jurnalis Lazismu. Dan ini semua menjadi potensi pendukung terselenggaranya sekolah amil.

Ketua Lazismu Jateng, Dodok Sartono bertekad untuk menjadikan Lazismu menjadi lembaga zakat yang terpercaya. Kepercayaan masyarakat akan terwujud jika Lazismu memenuhi persyaratan sbb: 1) Kualitas pengelolaan zakat yang amanah, profesional dan transparan. 2) Mengoptimalkan pendayagunaan ZIS, kreatif, inovatif, produktif. 3) Optimalkan layanan kepada donatur. Untuk mencapai hal tersebut ada alat ukur kinerja yang di sebut KPI (key performance indicator). KPI di ambil dari program unggulan Jawa Tengah yang harus di laksanakan di semua daerah diantaranya : Bedah 1000 Rumah Dhuafa, Beasiswa 1000 Sarjana, Bina Usaha Mikro 850 buah, 125 Ambulance se Jawa Tengah.

Dia menambahkan bahwa target penghimpunan Lazismu Jawa Tengah yang sebesar 107 milyar di tahun 2018 ini, harus di dukung dengan SDM amil yang cakap dan profesional. Untuk itu amil perlu dilatih dan dididik secara intensif. Ada 3 poin pokok pelatihan amil, yaitu fundrising, accounting, dan managerial. Masing-masing di laksanakan dalam kelas yang berbeda, untuk kelas perdana di khususkan untuk materi fundrising yang akan di laksanakan selama 3 hari. Hari pertama dan kedua di berikan teori dan pada hari ke 3 di berikan praktek lapangan.

Kelas perdana sekolah amil ini di ikuti oleh 50 orang peserta. Sebagian besar peserta berasal dari Jawa Tengah, namun ada juga peserta dari Gresik, Banjarbaru, bahkan dari Aceh. Animo peserta sebenarnya sangat tinggi, jumlah pendaftar mencapai 65 orang, untuk menjaga efektifitas pembelajaran hanya di sertakan 50 orang. Pendaftar yang belum mendapat kesempatan insya Allah akan di sertakan pada kelas berikutnya”. Demikian di sampaikan oleh direktur Lazismu Jawa Tengah Alwi Mashuri. (sumber : cak San, Fanpage lazismu kota semarang)

 

Selama 3 hari Fundraiser ikuti Sekolah Amil Lazismu

Selama 3 hari Fundraiser ikuti Sekolah Amil Lazismu

Semarang (28/02) Lembaga Amal Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Jawa Tengah melaksanakan Sekolah Amil. Sekolah Amil ini adalah yang pertama didirikan Lazismu wilayah di Indonesia. Menurut Ketua Lazismu Jawa Tengah, Dodok Sartono, sekolah ini sangat diperlukan untuk mendukung percepatan pengembangan Lazismu di setiap daerah dan provinsi.

 

Lazismu Kudus berkesempatan mengikuti Sekolah Amil ini yang dilaksanakan pada 27 Februari – 1 Maret 2018 di Hotel Candi Indah Semarang Jawa Tengah. Dengan diikuti puluhan Amil / Fundraising dari berbagai Daerah dan Provinsi di Jawa dan luar Jawa.

Dengan tema “Smart Fundraising Program, Be SMART FUNDRAISING” para peserta Sekolah Amil ini mendapatkan materi – materi tentang penguatan menjadi fundraiser handal, profesional & terpercaya. Harapannya dari Sekolah Amil ini dapat memberikan pengetahuan yang memadai agar pengelolaan zakat di semua kantor layanan benar-benar profesional.

Diantara materi yang disampaikan pada Sekolah Amil ini adalah All about muhammadiyah’s philanthropy, All about fundraising, The waining character, Fiqih zakat, Fundraising skill, Fundraising comunication & negotiation, Fundraising target mapping dan materi-materi tersebut diampu oleh para praktisi & ahli di bidangnya. (ARS)

 

 

Lazismu Kudus Salurkan Beasiswa Pendidikan Rp 20 Juta

Lazismu Kudus Salurkan Beasiswa Pendidikan Rp 20 Juta

penyerahan kepada perwakilan siswi SD/MI
Lazismu Kudus (28/01) menyalurkan pentasyarufan Program Orang Tua Hebat (OTH) semester ketiga kepada 45 anak. Kegiatan tasyaruf disaksikan para donatur yang digelar di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Kudus Nadhif, S.Pd.I menerangkan, program ini merupakan bagian dari bentuk bakti negeri di bidang pendidikan. Total dana yang di-tasyaruf-kan Rp 20 juta. Program tersebut melibatkan para donatur yang setiap bulan menginfakkan dananya melalui transfer atau dijemput oleh petugas Lazismu Kudus.

Sasaran tasyaruf mulai siswa tingkat SD, SMP, dan SMA di wilayah Kudus. Dengan kualifikasi yang telah ditentukan oleh Lazismu. “Ada kualifikasinya. Hanya yang utama adalah anak-anak sekolah dari keluarga tidak mampu,” ungkapnya.

Untuk mendapatkan data tersebut, pihaknya bekerja sama dengan sekolah. Termasuk penilaian siswa yang menjadi penerima dana tasyaruf, dipercayakan kepada sekolah.

“Sekolah nanti yang menyeleksi. Setiap semester sekali, sekolah dan kami melakukan penilaian, apakah siswa penerima aktif dan semakin baik prestasinya ataukah tidak. Kalau iya, akan lanjut sampai lulus sekolah,” tuturnya.

Dana inipun disalurkan kepada sekolah untuk biaya operasional siswa yang bersangkutan. Harapannya siswa tersebut bisa lebih semangat bersekolah.

Melalui kegiatan ini, Nadhif menambahkan, Lazismu Kudus lebih bisa dipercaya dan semakin bertambah peserta sekaligus penerimanya. “Harapannya kami semakin lebih dipercaya, berkembang, dan akuntabel,” tuturnya.

Hal ini dibenarkan Ahmad Asrori, orang tua penerima dana. M. Umair Syadid, anaknya yang bersekolah di MI At-Tanbih semakin bersemangat dan prestasinya selalu naik.

“Kalau dahulu, anak saya rangking 10 besar. Semenjak dapat beasiswa ini jadi rangking 2. Jadi lebih semangat untuk belajar. Alhamdulillah sekali, saya dan keluarga berterima kasih,” paparnya.

Babak Baru Kolaborasi Baznas dan LAZ Berbasis Ormas Islam

Babak Baru Kolaborasi Baznas dan LAZ Berbasis Ormas Islam

Bertempat di kantor MUI Pusat, hari ini ditandatangani kerjasama antara Baznas dengan lima lembaga zakat berbasis ormas Islam (19/2/2018). Inilah babak baru kolaborasi antara Baznas dengan organisasi pengelola zakat yang bergabung dalam Poroz.

Prof Bambang Sudibyo, ketua Baznas, menyampaikan rasa gembiranya bisa menjalin kerjasama dengan lembaga zakat berbasis ormas Islam.

“Semangat undang-undang perzakatan adalah mengutamakan LAZ milik ormas Islam,” kata Bambang.

LAZ berbasis ormas Islam, lanjut Bambang, merupakan partner strategis bagi Baznas. Sebab, LAZ inilah yang memiliki jaringan sampai desa-desa. Dengan jaringan yang sangat luas, program penghimpunan dan pendistribusian bisa dilakukan dengan efektif.

“Baznas tidak mungkin bisa menyalurkan zakat, infak dan sedekah sendirian. Baznas harus menggandeng banyak pihak. Di situlah peran penting LAZ berbasis ormas Islam,” papar Bambang.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr Makruf Amin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi terkait kerjasama tersebut. “MUI ingin agar kelembagaan zakat bisa diatur dengan baik. Jangan ada benturan,” kata Makruf.

Lima lembaga zakat berbasis ormas Islam yang bekerjasama dengan Baznas adalah: Lazisnu (Nahdlatul Ulama), Lazismu (Muhammadiyah), Laz Dewan Dakwah (DDII), BMH (Hidayatullah), Laz Wahdah Islamiyah (Wahdah Islamiyah).

sumber : lazismu.org