KPAI Minta Kemdikbud dan Kemenag Buat Kurikulum Tanggap Bencana

KPAI Minta Kemdikbud dan Kemenag Buat Kurikulum Tanggap Bencana

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan kurikulum sekolah darurat. Kurikulum sekolah darurat nantinya diberlakukan di sekolah-sekolah yang terdampak bencana alam.

Komisioner KPAI Retno Listyarti mengatakan bila bencana alam terjadi, biasanya banyak fasilitas pendidikan atau sekolah yang mengalami kerusakan. Untuk itu, Retno berharap pemerintah siap menghadapi kemungkinan tersebut, salah satunya dengan menerapkan kurikulum sekolah darurat.

“Oleh karena itu, masyarakat dan pemerintah diharapkan memiliki kesiapan menghadapi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu, termasuk menyiapkan sekolah darurat dan kurikulum sekolah darurat di wilayah terdampak bencana seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan lain-lain,” kata Retno dalam keterangannya, Minggu (7/10/2018).

Retno menjelaskan tim KPAI banyak melihat tempat belajar yang kurang nyaman ketika berkunjung ke lokasi bencana, salah satunya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Retno menambahkan di tempat tersebut proses belajar mengajar hanya berjalan singkat karena banyak anak-anak yang mengeluh kepanasan.

“Jam sekolah yang pendek dan kondisi sekolah darurat yang tentu tidak senyaman kelas di sekolah-sekolah yang kondisinya normal, maka KPAI memandang perlu pemerintah dalam hal ini Kemdikbud dan Kemenag untuk tidak sekadar berkonsentrasi pada kelas darurat, namun harus juga menyiapkan kurikulum khusus untuk sekolah darurat,” ujar Retno.

Dengan demikian, menurut Retno sangat tidak adil jika sekolah darurat di lokasi bencana harus menerapkan kurikulum nasional yang saat ini berlaku. Sebab, kondisi sarana prasarana belajar mengajar hingga kondisi pendidik dan murid sangat jauh berbeda dengan sekolah normal.

“Peserta didik dan pendidik di sekolah darurat sejatinya jangan di bebani dengan beratnya kurikulum nasional yang berlaku saat ini, namun sudah semestinya menyesuaikan kondisi riil mereka di lapangan. Oleh karena, kurikulum sekolah darurat menjadi penting dan mendesak dibuat oleh pemerintah, mengingat kondisi wilayah Indonesia yang rawan bencana,” katanya.

Untuk itu, Retno mengatakan kurikulum sekolah darurat inilah yang nantinya diterapkan di sekolah yang terdampak bencana alam. Sistem penilaian hingga sistem ujian nasional di sekolah yang berada di lokasi bencana berbeda dengan sekolah normal.

“Nanti sistem penilaian dan ujian sekolah serta ujian nasional peserta didik di sekolah-sekolah darurat, baik di Lombok, Palu dan Donggala dan tempat lainnya juga harus disesuaikan dengan kurikulum sekolah darurat, bukan disamakan dengan peserta didik lain di Indonesia yang wilayahnya atau sekolahnya tidak terdampak bencana,” tambahnya. (detik.com)

MDMC Jateng Kembali Terjunkan 20 Anggotanya Ke Palu

MDMC Jateng Kembali Terjunkan 20 Anggotanya Ke Palu

Semarang, (6/9/2018) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Jawa Tengah kembali terjunkan anggotanya ke Palu Sulawesi Tengah, untuk menolong korban Gempa dan Tsunami di daerah tersebut yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sebanyak 21 relawan MDMC akan bertugas di Palu selama 7 hari tergabung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng.

Relawan dilepas langsung oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dengan didampingi Forpimda, dalam upacara pelepasan para relawan yang digelar di depan kantor Gubernur Jateng di Kota Semarang.

Ganjar berpesan kepada para relawan bahwa kerja kemanusiaan kali ini berat, karena kondisi di lokasi bencana rusak berat.

“di sana itu benar-benar rusak parah, rata, maka saya berpesan di sana ojo ngrepoti, harus dipersiapkan dengan mandiri, termasuk makan para relawan, kalau tidak punya skil apa-apa lebih baik jangan berangkat” ujarnya.

‘Kegotongroyongan, lanjut Ganjar, relawan sangat penting dalam menjalankan setiap tugas di lapangan”, demikian salah satu pesan penting orang nomor satu di Jawa Tengah ini dihadapan 119 relawan yang akan berangkat ke Palu pagi ini.

Di kesempatan yang sama Sarwa Pramana selaku Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah melaporkan bahwa bantuan masyarakat ini berasal dari berbagai instansi dan lembaga.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada semua donatur yang telah mempercayakan bantuannya kepada kami. Bantuan akan kami kirimkan bersama relawan melalui kapal laut dan akan kami distribusikan sesuai dengan kebutuhan di lokasi”, demikian penjelasannya.

Diantara 119 relawan tersebut, MDMC Jateng mengirimkan 20 orang relawan Muhammadiyah dari berbagai daerah.

Menurut Naibul Umam selaku Ketua MDMC Jateng menjelaskan bahwa pihaknya menugaskan sejumlah relawan ikut dalam rombongan Pemprop Jateng ini.

“20 orang relawan yang kami kirim ini terdiri dari beberapa kualifikasi. Selain SAR dan manajemen posko kami juga kirim personil dengan keahlian jurnalis. Kami sertakan personil dari TVMU Jateng anggota MPI PWM Jateng agar bisa memberitakan semua aktivitas relawan Jawa Tengah kepada publik. Kita berharap kerja kerja relawan ini dapat menjadi inspirasi kita semua untuk terus membantu warga terdampak bencana dimanapun berada”, imbuh Umam

Diantara barang bantuan tersebut terdapat sejumlah sepeda yang merupakan bantuan masyarakat yang disalurkan melalui MDMC Jateng. “Kami berterimakasih kepada para donatur sepeda yang telah menyerahkan bantuannya melalui MDMC Jateng. Sepeda sepeda ini akan digunakan oleh relawan untuk membantu mobilisasi mengantisipasi kelangkaan BBM di lokasi bencana”, jelas Umam

Para relawan rencananya akan diberangkatkan dengan armada kapal laut melalui pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, dan akan tiba di Palu pada tanggal 10 September 2018.

Saat upacara pelepasan dihadiri pula oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Tafsir dan Naibul Umam selaku ketua MDMC Jateng.

Dalam pengiriman relawan MDMC ke lokasi bencana selalu bersinergi dengan Lazismu sebagai penghimpun dana masyarakat yang kemudian disampaikan ke MDMC yang berada di lapangan.

MDMC dan Lazismu selalu hadir di lokasi bencana di seluruh tanah air, untuk membantu para korban secara menyeluruh baik saat terjadinya bencana sampai tahap pemulihan yang berlangsung hingga beberapa bulan pasca bencana terjadi. (TR-pwmjateng.com)

SUDAH SAATNYA BERZAKAT MELALUI LEMBAGA AMIL ZAKAT

SUDAH SAATNYA BERZAKAT MELALUI LEMBAGA AMIL ZAKAT

LAZISMUKUDUS.ORG – Semarang. Zakat adalah kewajiban bagi seluruh umat Islam, tidak terkecuali di persyarikatan Muhammadiyah Jawa Tengah, zakat harus dilaksanakan oleh seluruh warga Muhammadiyah. Pelaksana pengelolaannya tidak terbatas di kantor Lazismu saja, di semua PCM, amal usaha, bahkan masjid Muhammadiyah harus ada kantor layanan zakat. Guna mewujudkan hal tersebut diselenggarakan Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah se Jawa Tengah, dengan menghadirkan peserta Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Ketua Lazismu dan Ketua Majelis Dikdasmen daerah se Jawa Tengah, yang diselenggarakan hari Sabtu (22/9/18) di hotel Grasia Semarang.

Rapat dipimpin oleh ketua PW Muhammadiyah Jateng, H. Tafsir, M.Ag. di dampingi oleh ketua Lazismu Jateng, Dodok Sartono dan ketua Majelis Dikdasmen PWM Jateng, Iwan Junaedi. Dalam kesempatan tersebut Tafsir menyampaikan ada 3 poin penting yang dibahas dalam rapat ini, pertama meluncurkan program Jum’at Serbu, kedua mempersiapkan menyambut milad Muhammadiyah, dan ketiga mempersiapkan audit Lazismu.

Dalam sambutannya Ketua PWM, Tafsir menjelaskan bahwa untuk mewujudkan visi Lazismu menjadi lembaga zakat yang terpercaya, memerlukan keterlibatan seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah. Untuk itu PDM dihimbau untuk mendukung sepenuhnya apa yang dibutuhkan oleh Lazismu dalam rangka mempersiapkan segala keperluan yang dipersyaratkan dalam proses audit nanti. Ditegaskan pula bahwa semua warga Muhammadiyah sudah saatnya melaksanakan zakat, infaq dan sedekah melalui Lazismu.

Dalam sesi mempersiapkan audit Lazismu yang disampaikan oleh Ketua Lazismu Jawa Tengah, Dodok Sartono menyampaikan bahwa saat ini Lazismu sedang membangun 100 rumah hunian sementara (huntara) untuk korban bencana Lombok, yang akan dilanjutkan dengan pembangunan sekolah TK dan dua buah Klinik kesehatan lengkap dengan pelayanan rawat inap. Dan akan ditambah lagi dengan bantuan 1000 peralatan dapur. Rencana bantuan tersebut diperkirakan menghabiskan dana sebesar 3,5 milyar. Dana tersebut semua berasal dari perolehan infaq dalam program kemanusiaan yang dilaksanakan oleh Lazismu.

Dodok melanjutkan bahwa itu semua adalah pekerjaan besar, perlu kerapian administrasi, perlu prosedur kerja yang benar, perlu transparansi dan keterbukaan. Audit yang dilakukan oleh auditor independen juga menjadi tolok ukur kinerja Lazismu Jateng. Oleh karenanya perlu dipersiapkan dan didukung oleh seluruh komponen Muhammadiyah di daerah. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah juga menginginkan agar Lazismu Jateng menjadi salah satu lembaga zakat yang kredibel dengan penilaian WTP, seperti yang sudah raih oleh Lazismu PP beberapa waktu yang lalu.

Dodok menambahkan bahwa di dalam tubuh persyarikatan Muhammadiyah masih banyak potensi zakat yang belum tergarap dengan optimal. Untuk itu perlu kerjasama yang baik seluruh komponen persyarikatan agar dana ZIS terkumpul dan bermanfaat maksimal untuk umat. (Cak San) (www.lazismujateng.org)

 

MENJADI RELAWAN, SIAPAPUN BISA

MENJADI RELAWAN, SIAPAPUN BISA

Ingin membantu mereka yg sedang mengalami kesulitan adalah sifat alami manusia. Begitu terdengar berita tentang terjadinya sebuah bencana, banyak orang yg kemudian berbondong-bondong menyatakan keinginannya untuk berangkat ke lokasi sebagai relawan. Akan tetapi, tidak sedikit di antara mereka yang tidak tahu akan melakukan apa setelah sampai di sana.

Padahal sesungguhnya, menjadi relawan kebencanaan tidak harus selalu terjun ke lokasi. Ada banyak hal yg bisa dilakukan untuk membantu meringankan beban mereka yg terdampak bencana.

Dampak pasti dari suatu bencana adalah kehilangan. Kehilangan sesuatu yg nyata, misalnya tempat tinggal dan atau harta benda, juga orang-orang yg dicinta; serta kehilangan sesuatu yg tak tampak nyata seperti hilangnya rasa aman, rasa nyaman dan harapan- harapan.

Oleh karenanya, hal yg pasti bisa dilakukan untuk membantu mereka adalah dengan segera menemukan atau menyediakan pengganti atas apa yg hilang itu, walau hanya untuk sementara.

Para relawan terlatih dan yg telah terbiasa sebagai pemberi respon pertama (first responder) akan segera datang ke lokasi untuk melakukan tindakan-tindakan dengan mengacu pada prinsip perlindungan, yaitu dengan berupaya agar masyarakat terdampak segera kembali merasa aman (safety), dapat mengakses informasi dan bantuan-bantuan lain yg diperlukan (meaningful access), serta untuk tetap merasakan diri mereka sebagai manusia yg bermartabat (dignity).

Semua tindakan harus dilakukan sedemikan rupa sehingga masyarakat terdampak tidak menjadi semakin menderita akibat respons yg diberikan.

Itu semua tidak bisa dilakukan secara mandiri tanpa koordinasi. Oleh karenanya, tetap diperlukan orang-orang yang berada di luar lokasi, untuk menunjang terlaksananya respons di lokasi dengan baik. Melakukan penggalangan bantuan dana atau yang lainnya, merupakan salah satu bentuk kerelawanan yang lain, yang besar pula peranannya.

Meskipun demikian, koordinasi tetap menjadi hal yg utama, agar bentuk bantuan yg digalang benar-benar sesuai dengan yg dibutuhkan, agar bantuan yg diberikan tidak sia-sia tanpa makna.

Jadi, siapapun bisa menjadi relawan dengan berbagai peran yang berbeda. Relawan bukan hanya mereka yang berada di lokasi, apalagi yang hanya sekedar numpang selfie.

______________________

*Zakarija Achmat*
*MDMC PP Muhammadiyah*

Lazismu Sinergi dengan PR Sukun bersama Lazisnu, Kokam dan Banser Santuni 1000 Yatim di Kudus

Lazismu Sinergi dengan PR Sukun bersama Lazisnu, Kokam dan Banser Santuni 1000 Yatim di Kudus

PR Sukun kembali memberikan santunan kepada anak yatim. Setelah di beberapa kabupaten di eks Karesidenan Pati, kali ini perusahaan yang berdomisili di Gebog, Kudus itu memberikan santunan kepada 1000 anak yatim di Kabupaten Kudus, Ahad (3/6/2018).

Kegiatan tersebut merupakan upaya kepekaan sosial antar sesama. Terlebih kegiatan tersebut, pemberian santuanan kepada anak yatim.

Terlaksananya kegiatan tersebut atas kerjasama PR Sukun bersama Murianews.com, Lazismu dan Lazisnu kabupaten Kudus.

Acara santunan ini juga merupakan wujud syukur perusahaan Sukun atas kepercayaan masyarakat hingga bisa menginjak usia ke-70.

Zakat anda membantu meringankan Ulama’ Fi Sabilillah (Lazismu)

Zakat anda membantu meringankan Ulama’ Fi Sabilillah (Lazismu)

Kudus (08/05) Alhamdulillah hari ini Fundraiser Latif Muhtadin berkesempatan berkunjung ke RSUD Kudus untuk menjenguk Pak Sumakno. Beliau adalah seorang kyai yang berasal dari Desa Hadiwarno. Beliau setiap harinya membantu istrinya berjualan di warung klontong milik usaha keluarga.

Beliau sudah beberapa kali menjalani perawatan ke RSUD Kudus karena sakit komplikasi (jantung). Semenjak beliau sakit tidak bisa menjalankan aktifitas normal seperti biasa. Shalat Jamaah ke masjid, memberikan tausiyah kepada jamaah masjid Ranting. Beliau hanya terbaring di kamar tidur. Kamis lalu sakitnya mengalami kambuh sampai dibawa ke ruang ICU, alhamdulillah 2 hari kemudian sudah di pindahkan di salah satu ruangan RSUD yaitu ruang Dahlia.

Alhamdulillah berkat kordinasi dengan pimpinan ranting hadiwarno, kami tim lazismu kudus bisa menjenguk beliau di RSUD Kudus untuk membantu meringankan beban beliau. Semoga bantuan dari para donatur bermanfaat untuk perawatan kesembuhan beliau dan bisa kembali memberikan Tausiyah kepada para jamaah di Desa Hadiwarno.

#zakathebat
#zakat
#lazismu

1000 Paket Kado Ramadhan buat Yatim Dhuafa dan Fi Sabilillah

1000 Paket Kado Ramadhan buat Yatim Dhuafa dan Fi Sabilillah

Kami membuka ladang pahala untuk bergabung bersama Lazismu Kudus dalam mensukseskan agenda tersebut. Yang pertama, menjadi donatur dengan berdonasi melalui Lazismu Kudus.

Yang kedua, menjadi relawan untuk menunjang kegiatan selama ramadhan,

dan ketiga, menjadi mitra kegiatan melalui pemanfaatan dana CSR, maupun dana sosial yang berasal dari perusahaan, atau komunitas.

Dapat Bantuan Kursi Roda, Dhini Tersenyum Bahagia

Dapat Bantuan Kursi Roda, Dhini Tersenyum Bahagia

Kudus – Alhamdulillah hari ini Senin 23/04 bisa silaturahim ke rumah Dek Dhini yang beralamat di Desa Temulus 02/III Mejobo Kudus. Putri kedua dari Ibu Sri Wahyuni ini mengalami lumpuh sejak balita, sekarang ini menjalani terapi pengobatan untuk bisa berjalan.

Fundriser Latif Muhtadin menyerahkan langsung bantuan Kursi roda kepada Dhini supaya dapat meringankan beban Ibunya yang tiap mau aktifitas selalu ditemani ibunya.

Hari ini Dhini bisa tersenyum lebar karena dapat mengurangi beban Ibunya. Sri Wahyuni tiap hari sebagai Ibu rumah tangga, suaminya sudah lama meninggal. Dan mempunyai dua putri.

Semoga bantuan dari donatur bermanfaat bagi keluarga terkhusus Dek Dhini.

 

Penyaluran Zakat, Infaq dan Shodaqoh dapat melalui :

1. Kantor Lazismu Kudus
Jl. KH. Noor Hadi No. 32 Janggalan Kota Kudus

2. Transfer via rekening bank

💳 Bank Jateng Syariah
ZAKAT 607-2001-352
INFAQ/ Sodaqoh 607-2001-349

💳 BNI Syariah
Infaq & Kemanusiaan 515-1111-203
Zakat 515-1111-101

a.n Lazismu Kudus

3. Jemput Donasi
🛵 Latif : 0813 9035 9827 (WA/Tlp)
🛵 Rowi : 0878 3161 2057 (WA/Tlp)

Kunjungi website kami
www.lazismukudus.org

IG kami
https://www.instagram.com/p/Bh6PI9vFze2/

#memberiuntuknegeri #zakat #infaq #lazismu #kudus #jawatengah #filantropi#berbagikursiroda

Perempuan Hebat, Menolong Sesama

Perempuan Hebat, Menolong Sesama

“Kartini menjadi pengingat bahwa apa yang menjadi kegelisahannya masih menjadi pekerjaan rumah bangsa ini.”

 

Mari ikut serta dalam Progam Pemberdayaan Perempuan bersama Lazismu Kudus. Tunaikan zakat dan infaq anda di Bulan Ramadhan dengan berdonasi melalui rekening Zakat dan Infaq Lazismu Kudus :

Penyaluran Zakat,Infaq dan Shodaqoh bisa melalui :

Kantor Lazismu Kudus

Jl. KH. Noor Hadi No. 32 Janggalan Kota Kudus

 

Transfer via rekening bank
Bank Jateng Syariah ZAKAT : 607 – 2001 – 352

Bank Jateng Syariah  INFAQ/ Sodaqoh : 607 – 2001 – 349

BNI Syariah Infaq/ Sodaqoh dan Kemanusiaan : 515 – 1111 – 203
BNI Syariah zakat : 515 – 1111 – 101

Jemput Donasi

Latif    : 0813 9035 9827 (WA/Tlp)

Rowi  : 0878 3161 2057 (WA/Tlp)

Gempa 4,4 SR Guncang Banjarnegara, MDMC dan LAZISMU Turun Langsung ke Lokasi

Gempa 4,4 SR Guncang Banjarnegara, MDMC dan LAZISMU Turun Langsung ke Lokasi

Telah terjadi bencana gempa bumi di Kabupaten Banjarnegara dengan kekuatan 4,4 Skala Richter dengan kedalaman 4 km di lokasi 7,21°LS dan 109,65°BT pada Rabu (18/4) siang.

Akibat gempa tersebut 3 orang meninggal dunia, 1 rumah rusak , 1 mushola dan 1 sekolah mengalami kerusakan.

Gempa menimpa kerusakan di beberapa dusun, salah satunya yaitu Dusun Kebakalan, Desa Kertosari Kecamatan Kalibening yang dilanda gempa terparah. Dengan jumlah 136 Kepala Keluarga (KK) atau kurang lebih 500 jiwa, dan hampir 90 % pemukiman mengalami kerusakan.

Seperti dilaporkan Indrayanto, Bidang Tanggap Darurat Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PP Muhammadiyah,  saat ini korban luka-luka yang terkena reruntuhan bangunan sudah di bawa ke puskesmas terdekat, dan untuk warga sementara di ungsikan ke rumah warga di Dusun Gunung Tawang, Desa Kertosari.

Sementara itu Muhammadiyah melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kalibening, MDMC Banjarnegara, MDMC Wonosobo, MDMC DIY, dan DMC RS PKU Muhammadiyah Gombong telah turun memberikan bantuan, diantaranya aktivasi pos MDMC, mengkaji kebutuhan korban,  mengevakuasi korban luka-luka, membuka dapur umum, dqn juga membantu penyediaan terpal sebanyak 50 buah.

“Kami masih terus melakukan kajian kebutuhan dasar antara lain hunian, air bersih dan sanitasi, kesehatan dan kebutuhan logistik pangan, distribusi logistik berupa terpal, selimut hygiene kit, serta asesment hunian untuk masyarakat terdampak, yaitu berupa penilaian bangunan rusak berat, sedang dan ringan,” papar Indra ketika dihubungi redaksi pada Rabu (18/4) malam.

Indra juga menginformasikan bahwa tempat pengungsian warga sementara difokuskan di rumah warga di Dusun Gunung Tawang Desa Kertosari.

Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah Arif Jamali Muis mengatakan bahwa saat ini tim MDMC Pusat sudah mengerahkan bantuan berupa 1 unit kendaraan dapur umum, 1 unit kendaraan operasional, dan 6 orang tim yang akan membantu di lokasi.

“Setelah mendapat laporan dari tim di lapangan, kami langsung berkordinasi dengan tim di Yogyakarta untuk segera menurunkan tim tersebut ke lokasi malam ini,” pungkasnya. (adam/dzar) sumber : Muhammadiyah.or.id

LAZISMU Kudus membuka penggalangan dana untuk para korban bencana Banjarnegara, melalui program kemanusiaan peduli bencana.

Mari salurkan Donasi anda melalui LAZISMU Kudus
Kantor layanan: Jl. KH. Noor Hadi No.32 Kota Kudus

Rekening Infaq & Kemanusiaan
BNI Syariah
No. Rek. 515 – 1111 – 203

Layanan jemput Zakat:
Hp/Wa. 0813-9035-9827